Pemerintah Rampungkan Pengembangan Bandara Wamena  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Trigana Air Service Jenis Twin Otter dengan nomor registrasi PK-YRF sebelum lepas landas dari Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua menuju Bandara Puncak Jaya, Papua, beberapa waktu lalu. ANTARA/Chanry Andrew Suripatty

    Pesawat Trigana Air Service Jenis Twin Otter dengan nomor registrasi PK-YRF sebelum lepas landas dari Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua menuju Bandara Puncak Jaya, Papua, beberapa waktu lalu. ANTARA/Chanry Andrew Suripatty

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan baru saja menyelesaikan pengembangan Bandara Wamena di Jayawijaya, Papua. Dengan rampungnya pengembangan tersebut, Bandara Wamena mampu menampung 228 penumpang dalam satu waktu. "Pengembangan ini menambah kenyamanan penumpang sesuai dengan standar keselamatan," kata juru bicara Kementerian Perhubungan, Julius Adravida Barata, dalam keterangan tertulis, Senin, 28 Desember 2015.

    Awalnya, luas terminal Bandara Wamena cuma 965 meter persegi. Terminal itu kemudian diperluas menjadi 4.000 meter persegi. Arsitektur bangunan terinspirasi bentuk rumah adat Papua, rumah Honai. "Bandara Wamena rencananya akan diresmikan Presiden pada 30 Desember 2015," kata Barata.

    Pengembangan Bandara Wamena sebenarnya sudah dimulai sejak 2014 dengan membangun gedung terminal tahap I. Pada 2015, pembangunan dilanjutkan dengan gedung terminal tahap II dengan total anggaran Rp 54,033 miliar.

    Bandara Wamena akan menghubungkan wilayah Jayawijaya dengan Jayapura dan kabupaten pemekaran lainnya di Papua, seperti Kabupaten Lanny Jaya dan Tolikara. Adapun jenis pesawat yang biasa beroperasi di Bandara Wamena mulai pesawat kecil hingga berbadan besar dengan kapasitas lebih dari 100 kursi. Peresmian Bandara Wamena rencananya juga berbarengan dengan Bandara Utarom di Kaimana, Papua, yang juga telah rampung pengembangannya.



    KHAIRUL ANAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.