BATAN: 75,3 Persen Masyarakat Dukung Pembangunan Nuklir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangkit listrik tenaga nuklir Novovoronezh, milik Rusia. Saat ini negara beruang merah, tengah membantu Turki untuk membangun sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir, Akkuyu power plant. Voronezh Oblast, Rusia tengah,  2 Maret 2015. Sefa Karacan/Getty Images

    Pembangkit listrik tenaga nuklir Novovoronezh, milik Rusia. Saat ini negara beruang merah, tengah membantu Turki untuk membangun sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir, Akkuyu power plant. Voronezh Oblast, Rusia tengah, 2 Maret 2015. Sefa Karacan/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyebut 75,3 persen masyarakat Indonesia mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) untuk mengatasi krisis listrik. Data ini merupakan hasil jajak pendapat yang diadakan Sigma Research.

    "Ini kejutan juga sebenarnya, saat kami tahu bahwa 75,3 persen hasil jajak pendapat menyebut masyarakat mendukung pembangunan PLTN," kata Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto di Jakarta, Senin, 28 Desember 2015.

    Menurut dia, berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan lembaga riset Sigma Research sejak 2011, persentase masyarakat yang mendukung pembangunan PLTN sebagai solusi mengatasi krisis listrik berangsur meningkat. Jika pada 2011 persentasenya mencapai 49,5 persen maka pada 2015 menjadi 75,3 persen.

    Jajak pendapat tersebut dilakukan kepada 4.000 orang perwakilan dari 34 provinsi sejak Oktober hingga Desember 2015. Menurut dia, jajak pendapat rutin dilakukan BATAN melalui lembaga riset independen yang dipilih melalui proses tender tersebut merupakan permintaan dari pemerintah untuk mengetahui sikap masyarakat terhadap nuklir sebagai pembangkit listrik.

    Berdasarkan jajak pendapat tersebut, ia juga mengatakan dapat diketahui bahwa pernyataan Presiden yang paling ditunggu masyarakat sebagai jaminan PLTN akan berjalan aman. Ilmuwan dan BATAN justru berada di urutan ke-2 dan ke-3 yang ditunggu masyarakat terkait PLTN.

    "Kekhawatiran memang masih ada. Karena itu Presiden lah yang paling ingin didengar untuk meyakinkan nuklir memang aman untuk pembangkit listrik," ujar dia.

    Sementara itu, Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Jumain Appe mengatakan pembangunan PLTN sudah menjadi suatu perencanaan sejak lama, sejak Kementerian Riset dan Teknologi ada di bawah BJ Habibie.

    Dalam perencanaan energi yang akan datang, menurut dia, penggunaan PLTN akan dibahas sebagai bagian dari Energi Baru Terbarukan (EBT). "Semoga hasilnya akan bisa memenuhi harapan masyarakat di luar Jawa yang selama ini kekurangan listrik".

    Berdasarkan survei Sigma Research itu pula diketahui masyarakat yang paling menginginkan kehadiran PLTN sebanyak 79,4 persen berasal dari luar Pulau Jawa. Selain itu, sebanyak 78,3 persen penduduk urban juga lebih menginginkan dibangun nya PLTN.

    Jajak pendapat dilakukan kepada mereka yang berusia 16 tahun ke atas dengan jenjang pendidikan SMA hingga sarjana strata tiga (S3). Sedangkan porsi perempuan dan laki-laki seimbang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.