Kopaja Gabung Transjakarta, Ahok Beri Kesempatan Satu Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Interior armada Trans Kopaja yang resmi diluncurkan di Parkir Timur Senayan, Jakarta, 22 Desember 2015. TEMPO/Ghoida Rahmah

    Interior armada Trans Kopaja yang resmi diluncurkan di Parkir Timur Senayan, Jakarta, 22 Desember 2015. TEMPO/Ghoida Rahmah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memberikan kesempatan kepada pihak pengelola Kopaja untuk melakukan revitalisasi armada busnya hingga akhir 2016.

    "Kopaja sudah minta waktu selama setahun kepada kami (Pemprov DKI) untuk membenahi armadanya. Ya sudah, kami berikan waktu satu tahun, berarti sampai tahun depan," kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 28 Desember 2015.

    Pria yang lebih akrab disapa Ahok sehari-hari itu menegaskan tidak akan memberikan toleransi untuk angkutan umum yang bobrok. Apabila pihaknya menemukan masih ada armada yang bobrok, akan langsung ditangkap.

    "Saya tidak mau lagi melihat masih ada bus-bus Kopaja yang bobrok. Kalau ternyata masih ada yang bobrok, tidak ada toleransi lagi, langsung kami tangkap dan kami kandangkan," ujar Ahok.

    Lebih lanjut, dia menuturkan kebijakan tersebut bukan hanya berlaku untuk pengelola Kopaja, tapi juga seluruh angkutan umum lain di wilayah DKI Jakarta, tidak terkecuali Metro Mini.

    "Jadi, bukan cuma Kopaja yang kami minta untuk membenahi armadanya, tetapi juga semua angkutan umum di Jakarta, termasuk Metro Mini. Saya tidak mau ada angkutan umum yang bobrok," tutur Ahok.

    Selain perbaikan kondisi fisik bus, mantan Bupati Belitung Timur itu juga mengajak agar seluruh pengelola angkutan umum di Ibu Kota memberlakukan sistem tarif rupiah per kilometer.

    "Kalau tidak mau menggunakan rupiah per kilometer, maka akan mengalami kebangkrutan. Karena pemerintah akan memberikan subsidi atau public service obligation (PSO)," ungkapnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?