Tahun Baru, Harga Dua Komoditas Pangan Ini Melonjak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pedagang sayur mayur di Pasar Senen, Jakarta (20/6). Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belum terjadi tapi telah melambungkan harga bahan makanan di pasar. TEMPO/Subekti.

    Seorang pedagang sayur mayur di Pasar Senen, Jakarta (20/6). Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belum terjadi tapi telah melambungkan harga bahan makanan di pasar. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga sayur dan daging di Pasar Ciledug, Tangerang, Banten dan Pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat melonjak, sedangkan harga kebutuhan pokok yang stabil antara lain adalah minyak goreng dan gula pasir.

    Salah satu pedagang sayuran di Ciledug, Mia, pada Senin  28 Desember 2015, menjelaskan kenaikan harga bahan pokok mulai dari Rp3.000 hingga Rp6.000 sejak Senin (21 Desember 2015) hingga menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2016.

    Beberapa harga sayuran yang mengalami kenaikan antara lain kentang dan tomat yang semula seharga Rp8.000 per kg kini naik mencapai angka Rp14.000 per kg. Sedangkan bayam dan kangkung masih stabil yaitu Rp2.000 per ikat.

    "Semua harga sayuran sama lauk pauk sih naik kayak kentang dan tomat yang tadinya Rp8.000 sekarang Rp14.000 tapi kalau gula pasir dan minyak masih biasa saja," ungkap Mia.

    Sementara itu, seorang ibu, Royanti mengatakan kenaikan harga mengakibatkan dirinya harus mengurangi jumlah barang yang dibeli.

    "Belanja seperti biasa cuma takarannya aja yang dikurangin kalau biasanya bisa beli sekilo sekarang ya setengah kilo aja," ujar seorang pembeli, Royanti.

    Di Pasar Cisalak, Depok, situasinya tidak jauh berbeda. Harga cabai dan bawang juga mengalami kenaikan. Penyebab kenaikan harga tersebut, menurut Suryani, karena sekarang musim penghujan sehingga distribusinya kurang lancar sehingga tidak dapat memenuhi permintaan.

    "Harga cabai merah kriting semula Rp24.000 per kilogram naik menjadi Rp29.000 per kilogram. Untuk cabai rawit merah tadinya per kilogram Rp19.000 kini Rp24.000 per kilogram," ungkap pedagang sayuran, Suryani saat ditemui Antara, Depok, Senin, 28 Desember 2015.

    "Sedangkan harga bawang merah yang tadinya Rp19.000 menjadi Rp27.000 per kilogram, bawang putih semula Rp24.000 naik menjadi Rp39.000," sambungnya.

    Harga Daging Melambungnya harga sayur-mayur juga diikuti daging sapi dan ayam. Harga daging sapi semula Rp107.000 per kilogram kini mencapai Rp118.000 per kilogram sedangkan daging ayam sebelumnya Rp33.000 per kilogram menjadi Rp38.000 per kilogram.

    "Belakangan ini harga daging sapi terus naik mas, kemarin-kemarin, waktu menjelang Natal harganya masih Rp107.000 per kilogram, sekarang sudah Rp118.000 per kilogram," ucap penjual daging sapi di Pasar Cisalak, Herman.

    "Menjelang tahun baru gini harga daging ayam juga ikut naik mas, sebelumnya per kilogram cuma Rp33.000 sekarang sudah Rp38.000," ujar salah satu penjual daging ayam, Irma.

    Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Srie Agustina, mengatakan beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan harga tersebut disebabkan antara lain mulai masuknya musim tanam maupun mulainya musim hujan, meningkatnya permintaan karena menjelang hari besar keagamaan nasional, seperti perayaan Maulid Nabi, Natal, dan Tahun Baru.

    "Kenaikan harga beberapa barang kebutuhan pokok saat ini, seperti beras, cabai, bawang merah-putih dan daging disebabkan beberapa faktor," kata Srie Agustina di Kupang, Minggu (27 Desember 2015).

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.