Tahun Depan, Petugas Tiket KRL Commuter Diganti Mesin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang melakukan tap in dengan tiket elektronik (e-ticket) KRL di Stasiun Citayam, Depok, Jabar (1/7). ANTARA/Andika Wahyu

    Penumpang melakukan tap in dengan tiket elektronik (e-ticket) KRL di Stasiun Citayam, Depok, Jabar (1/7). ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada awal 2016, PT KAI Commuter Jabodetabek mengeluarkan inovasi baru berupa mesin penjualan (vending machine) untuk memudahkan transaksi tiket calon penumpang. Mesin ini dilengkapi dengan fitur layanan isi ulang (Top Up), Kartu Multi-Trip (KMT), layanan Pembelian Tiket Harian Berjamin (THB), serta layanan isi ulang dan pengembalian uang jaminan.

    "Vending machine ini akan berbeda dengan Train Ticketing Machine (TTM) karena vending machine yang baru bisa menggantikan keseluruhan tugas penjaga loket, mulai beli tiket hingga refund uang," ujar Direktur Utama PT Kereta Api Commuter Jabodetabek Muhammad Nurul Fadhil, Senin, 28 Desember 2015.

    Fadhil menambahkan, dalam melayani KMT,  vending machine bisa menerima uang kertas pecahan Rp 5.000, Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 100 ribu. Sedangkan untuk THB, terdapat dua layanan, yaitu untuk uang kertas pecahan Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10 ribu, dan Rp 20 ribu. Uang koin Rp 500 dan Rp 1.000 juga diterima. "Vending machine bisa terima duit dan bisa mengeluarkan duit kertas maupun logam," ujar Fadhil.

    Ketika vending machine mulai banyak, kata Fadhil, KCJ akan mengurangi petugas di loket tiketnya. Para petugas tersebut akan dipindah posisinya untuk melayani masyarakat yang melakukan transaksi ke vending.

    KCJ akan memasang 15 unit vending machine di sejumlah stasiun, di antaranya Jakarta Kota, Juanda, Manggarai, Sudirman, dan Bogor. "Minggu depan, kami pasang vending machine di Manggarai dan Sudirman, masing-masing dua," ujar Fadhil.

    Perusahaan ini memasang target pada Januari 2016. Akan ada 50 unit vending machine di beberapa stasiun KRL. Jumlah ini bakal bertambah pada Juni 2016 menjadi 100 unit.

    Selain inovasi vending machine, pada 2016 KCJ menargetkan melayani 258 juta penumpang. Untuk itu, KCJ hanya memanjangkan rangkaian kereta.  Menurut Fadhil, KCJ juga mempertimbangkan beberapa pembangunan stasiun baru tahun depan. "Kami enggak akan menambah perjalanan, hanya disiasati dengan penambahan rangkaian kereta," ujarnya.



    ARIEF HIDAYAT



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.