Peningkatan industri Pertambangan Terganjal Isu Lingkungan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua karyawan mengawasi peleburan biji nikel di pertambangan milik Aneka Tambang di Pomalaa, Sulawesi Tenggara (30/3). REUTERS/Yusuf Ahmad

    Dua karyawan mengawasi peleburan biji nikel di pertambangan milik Aneka Tambang di Pomalaa, Sulawesi Tenggara (30/3). REUTERS/Yusuf Ahmad

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia Ferdinand Hutahaean mengatakan masalah lingkungan selalu menjadi isu sensitif di sektor pertambangan. "Sebab, selama ini, kontraktor kita kurang peduli dengan lingkungan," ucapnya melalui pesan pendek, Kamis, 24 Desember 2015.

    Ia setuju dengan anjuran pemerintah yang mendorong perusahaan melakukan efisiensi. Hal ini agar dampak negatif terhadap lingkungan berkurang. "Kalau efisiensi produksi, saya setuju, bahwa eksploitasi sumber daya alam ini harus dibatasi. Jangan sampai terjadi berlebihan, sehingga kita tidak menyisakan untuk masa depan," ujar Ferdinand.

    Namun Ferdinand menilai perusahaan pertambangan sulit melakukan efisiensi biaya. Sebab, banyak kutipan liar dan kewajiban tidak resmi selama ini yang harus ditanggungnya. "Tapi memang ya harus dilakukan efisiensi secara ketat."

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menuturkan selalu ada pertanyaan antara membangun usaha pertambangan dan menjaga lingkungan. "Ini perlu dirundingkan bersama ke depan," katanya dalam acara penandatanganan amendemen kontrak pertambangan di Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Rabu, 23 Desember 2015. Ia pun meminta perusahaan tambang melakukan efisiensi.

    Dalam kesempatan itu, Sudirman menitipkan dua hal kepada pengusaha. Pertama, Sudirman meminta proses negosiasi amendemen kontrak jangan terlalu lama. Kedua, pelaku industri pertambangan harus terus bereksplorasi.

    "Kita pikirkan bersama, agar eksplorasi tidak berhenti, karena eksplorasi jalan menuju research," ucapnya. Menurut dia, Indonesia memerlukan riset yang baik. Dalam keadaan apa pun, eksplorasi harus dilakukan.

    REZKI ALVIONITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.