Harga BBM Turun? Menteri Darmin dan Bambang Tutup Mulut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan bermotor melakukan pengisian BBM di kawasan Kuningan, Jakarta,(30/11). Mulai tanggal 1 Desember 2008 jam 00.00 pemerintah menurunkan harga premium bersubsidi dari Rp. 6.000,-/liter menjadi Rp. 5.500,-/liter. TEMPO/Arif Fadillah

    Sejumlah kendaraan bermotor melakukan pengisian BBM di kawasan Kuningan, Jakarta,(30/11). Mulai tanggal 1 Desember 2008 jam 00.00 pemerintah menurunkan harga premium bersubsidi dari Rp. 6.000,-/liter menjadi Rp. 5.500,-/liter. TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengikuti rapat koordinasi bersama Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo di Menara Radius Prawiro, Bank Indonesia. 

    Pembahasannya adalah penetapan tingkat inflasi tahun depan. "Ini rapat koordinasi pengendalian inflasi," kata Darmin saat keluar dari Gedung BI, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2015.

    Perihal rencana penurunan harga bahan bakar minyak, Darmin dan Bambang enggan berkomentar. Saat ditanya soal wacana penurunan harga BBM hari ini, ia hanya menjawab, "Ya belum tahu, akan hari ini atau lusa, nanti lagi saja," kata Darmin.

    Bambang, yang keluar tidak lama setelah Darmin, saat ditanya, malah balik bertanya apakah Darmin sudah membicarakan soal itu. Sewaktu dijawab “belum”, Bambang pun hanya menjawab, "Kalau Pak Menko belum ngomong, ya, saya enggak boleh ngomong," ucapnya.

    Rapat tim pemantauan dan pengendalian inflasi sendiri dihadiri Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

    Sekretaris Kabinet Pramono Anung sebelumnya mengatakan keputusan penurunan harga BBM akan dirapatkan dalam sidang kabinet paripurna sore ini.

    Saat dicegat di kantornya, Darmin juga tetap tak mau menjawab saat ditanya sebelum bertolak ke Istana Negara.

    ARKHELAUS W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).