Mengapa Rizal Ramli Yakin Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2016  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas bongkar muat peti kemas di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 11 Desember 2015. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Aktivitas bongkar muat peti kemas di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 11 Desember 2015. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan program pemerintah di bidang revaluasi aset bisa membantu pertumbuhan ekonomi. "Kami yakin tahun depan ekonomi Indonesia akan bangkit hingga 6 persen," kata Rizal di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa, 22 Desember 2015.

    Dengan mengandalkan revaluasi aset, kata dia, modal sebuah perusahaan jadi lebih meningkat. Selain itu, dengan peningkatan nilai aset, mereka kini memiliki akses terhadap kredit sehingga bisa melakukan ekspansi dan diversifikasi. "Juga tidak perlu ada pemutusan hubungan kerja (PHK)," kata Rizal.

    Rizal mengatakan, jika hanya mengandalkan deregulasi, dampak jangka menengah untuk pertumbuhan ekonomi paling tinggi hanya 5,3 persen. "Tapi dengan langkah revaluasi aset, kita bisa mencapai paling tidak 6 persen," ujarnya.

    Ia memberi contoh, Bank Mandiri ketika mengikuti program revaluasi aset, asetnya meningkat Rp 22 triliun. "Sehingga modalnya juga lebih kuat," kata Rizal. Lalu, Bank Negara Indonesia (BNI) diperkirakan asetnya akan meningkat sekitar Rp 12 triliun.

    Rizal mengatakan ada 179 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan mengikuti program revaluasi aset. "Banyak BUMN yang punya gedung dan tanah yang dibeli puluhan tahun yang lalu, masih harga buku puluhan tahun yang lalu," katanya.

    Jika dilakukan revaluasi aset, kata Rizal, nilai buku aset BUMN ini akan lebih besar, dan mereka bisa ekspansi. "Ini kemudian mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Langkah ini adalah langkah-langkah out of the box," ujarnya.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.