46 Investor Tandatangani Kontrak Proyek Listrik 17.000 MW

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menginspeksi tiang kincir pembangkit listrik tenaga hybrid (PLTH) surya dan angin di Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, 14 Desember 2015. ANTARA FOTO

    Pekerja menginspeksi tiang kincir pembangkit listrik tenaga hybrid (PLTH) surya dan angin di Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, 14 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah investor telah menandatangani kontrak proyek pembangkit listrik sebesar 17.000 Megawatt. Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basir melaporkan penandatanganan kontrak dilakukan oleh 46 investor independent power producer (IPP).

    "Proyek 17.000 MW pertamakali di Indonesia bisa kita selesaikan dalam waktu hanya 12 bulan. Sisanya tahun depan," tuturnya di Kantor Wakil Presiden, Selasa(22 Desember 2015).

    Selain itu, berlangsung pula pertemuan antara investor dengan Presiden Joko Widodo membahas proyeksi pembangunan proyek dalam jangka menengah.

    "Tadi tanya jawab dengan presiden satu persatu, dimintakan kepastian, diminta mundur ada yang tahun 2020, 2018, 2019 awal," jelasnya.

    Sebelumnya dijelaskan, dari 17.340 MW yang sudah diteken, kapasitas sebesar 4.291 MW diantaranya menggunakan energi baru terbarukan yakni gas, air dan panas bumi. Selebihnya kapasitas 13.049 MW menggunakan energi batu bara.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?