Turis Asia Tenggara Dominasi Kunjungan Wisata ke Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis asing beradu cepat dengan pedagang saat lomba balap gerobak sampah dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-70 di Pantai Kuta, Bali, 17 Agustus 2015. Lomba ini digagas oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan petugas kebersihan Pantai Kuta. TEMPO/Johannes P. Christo

    Turis asing beradu cepat dengan pedagang saat lomba balap gerobak sampah dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-70 di Pantai Kuta, Bali, 17 Agustus 2015. Lomba ini digagas oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan petugas kebersihan Pantai Kuta. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Negara Asia Tenggara mendominasi asal wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia pada 2015.

    "Negara top 5 tamu berasal dari Belanda, Prancis, dan Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, lalu India, kemudian Australia dan Kanada," kata Direktur Pengembangan Panorama Destination Ricky Setiawanto kepada Antara, Selasa, 22 Desember 2015.

    Agen pariwisata itu sedang mengembangkan pasar baru dari negara lain, seperti Vietnam, Myanmar, Srilanka, Tiongkok, dan Jepang.

    Tempat populer di Indonesia yang kerap dikunjungi wisatawan mancanegara, ujar Ricky, masih didominasi daerah di Jawa dan Bali.

    Berdasarkan data Kementerian Pariwisata pada Oktober 2015, wisatawan asing yang masuk ke Indonesia didominasi dari Singapura (121.155), Australia (99.910), Tiongkok (93.091), Malaysia (91.277), dan Jepang (43.388).

    Sebelumnya, pemerintah menambah fasilitas bebas visa kunjungan kepada 84 negara yang rencananya efektif mulai pekan ini.

    Negara-negara itu adalah Australia, Brazil, Ukraina, Kenya, Uzbekistan, Bangladesh, Kamerun, Palestina, Honduras, Pakistan, dan Mongolia.

    Kemudian, Sierra Leone, Uruguay, Bosnia Herzegovina, Kosta Rika, Albania, Mozambik, Macedonia, El Salvador, Zambia, Moldova, Madagascar, Georgia, Namibia, Kiribati, Armenia, Bolivia, Bhutan, Guatemala, Mauritania, dan Paraguay.

    Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengutarakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan ke Indonesia itu bisa mendorong kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air yang ditargetkan 20 juta orang pada 2019 mendatang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.