Libur Tahun Baru 2015, Penumpang Kereta Api Naik 15 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi PT KAI. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi PT KAI. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Surabaya - Peminat moda transportasi kereta api pada musim libur Natal dan Tahun Baru tahun ini diprediksi membludak. Jumlah penumpang pada 2015 di lingkungan PT KAI DAOP 8 diperkirakan mencapai sekitar 640 ribu orang atau naik 15 persen dibandingkan tahun 2014 sebanyak 604.761 orang.

    Ini dihitung dari total kapasitas angkut sebesar 41.527 penumpang per hari mulai 20 Desember sampai 5 Januari 2015. “Sebanyak 85 persen tiket kereta api telah terjual,” ujar Manajer Humas PT KAI DAOP 8 Suprapto kepada Tempo, Senin, 21 Desember 2015.

    Tiket kereta api ekonomi atau bersubsidi sudah habis. “Tinggal yang bisnis dan eksekutif saja.”

    Pada musim liburan Natal dan Tahun Baru kali ini, terdapat 118 kereta api yang beroperasi di DAOP 8. Terdiri dari 54 kereta api jarak jauh, 5 kereta api jarak menengah, dan 58 kereta api jarak dekat.

    Dua kereta api tambahan dioperasikan untuk memenuhi lonjakan penumpang. Yakni KA Kertajaya jurusan Surabaya Pasar Turi-Jakarta Pasar Senen dengan kapasitas 1.484 penumpang dan KA Sancaka jurusan Surabaya Gubeng-Yogyakarta berkapasitas 912 penumpang.

    Puncak angkutan diperkirakan terjadi pada 27 Desember 2015. Pada tanggal itu dan 3 Januari 2016, tiket jurusan Surabaya-Jakarta telah habis terjual. Sementara pemesanan tiket terlaris di wilayah PT KAI DAOP 8 adalah tanggal 23 Desember 2015. "Pada tanggal itu seluruh tiket jurusan dari Surabaya menuju Jakarta, Bandung, Madiun, dan Banyuwangi habis terjual."

    Suprapto memperkiraan pendapatan PT KAI DAOP 8 bakal naik 18 persen tahun ini. Dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 42,05 miliar, ia optimistis meraup pendapatan sebesar Rp 49,58 miliar untuk 2015.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.