Paket Kebijakan VIII: Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Ismar Patrizki

    ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah meluncurkan Paket Kebijakan jilid VIII di Istana, Senin, 21 Desember 2015. Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan salah satu isi paket kebijakan tersebut adalah menghilangkan tarif bea masuk untuk suku cadang pesawat.

    “Selama ini suku cadang dibeli dari luar negeri. Maka dinolkan saja tarif bea masuknya sehingga tidak lagi perlu rekomendasi. Perusahaan penerbangan bisa memperoleh suku cadang pesawatnya dengan cepat,” kata Darmin dalam keterangan pers di Istana, Senin, 21 Desember 2015.

    Darmin juga menerangkan, selama ini bea masuk suku cadang pesawat berkisar 5-10 persen. Selain itu ada juga yang dikenakan tarif hingga 15 persen. Sebelumnya, sebagian besar suku cadang yang diperlukan perusahaan penerbangan di Indonesia berasal dari luar negeri.

    Aturan yang berlaku terkait dengan hal itu adalah bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) yang diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan. Dalam peraturan tersebut, disebutkan perlu adanya rekomendasi dari pemerintah untuk mendapatkan suku cadang pesawat. “Dengan adanya kebijakan ini, perusahaan-perusahaan tersebut bisa mendapatkan suku cadang dengan cepat tanpa perlu rekomendasi lagi,” ujar Darmin.


    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.