Pemerintah Umumkan Paket Ekonomi VIII Senin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution memberikan sambutan dalam ulang tahun ke-30 Bisnis Indonesia. TEMPO/Bambang Harymurti

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution memberikan sambutan dalam ulang tahun ke-30 Bisnis Indonesia. TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah berencana kembali mengeluarkan paket kebijakan ekonomi. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan pengumuman paket kebijakan ekonomi kedelapan pada Senin pekan depan, 21 Desember 2015.

    "Kemungkinan besarnya Senin," kata Darmin di kompleks Istana Presiden, Jumat, 18 Desember 2015. Kedatangan Darmin ke Istana untuk melaporkan Paket Kebijakan Ekonomi VIII kepada Presiden.

    Seperti biasa, Darmin enggan membocorkan isi paket kebijakan ekonomi tersebut. Mantan Gubernur Bank Indonesia ini meminta untuk menunggu isi Paket Kebijakan Ekonomi VIII saat diluncurkan.

    Berbeda dengan Darmin, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mendatangi istana tidak membahas paket kebijakan. Kedatangan Bambang di Istana untuk melaporkan penerimaan pajak dan belanja negara. Bambang masih yakin penerimaan negara mencapai 85 persen hingga akhir tahun ini.

    Dia memprediksi tidak ada sisa kurang pembiayaan anggaran (Sikpa). Bambang memperkirakan adanya sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa).

    Jumat pekan lalu, pemerintah mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi VII untuk menjaga perusahaan padat karya tidak melakukan pengurangan karyawan. Isi paket itu adalah keringanan pajak penghasilan (PPh 21), tax allowence untuk penanaman modal, dan kemudahan sertifikasi tanah rakyat untuk mendorong perekonomian masyarakat.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.