Super Cave PT Freeport Akan Beroperasi Secara Simultan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tambang Grasberg atau Freeport di Papua, Indonesia. Lubang raksasa ini mulai digali tahun 1973, merupakan penghasil emas terbesar dan penghasil tembaga nomor tiga terbesar di dunia.  OLIVIA RONDONUWU/AFP/Getty Images

    Tambang Grasberg atau Freeport di Papua, Indonesia. Lubang raksasa ini mulai digali tahun 1973, merupakan penghasil emas terbesar dan penghasil tembaga nomor tiga terbesar di dunia. OLIVIA RONDONUWU/AFP/Getty Images

    TEMPO.COJakarta - PT Freeport Indonesia mengungkapkan rencananya untuk terus membangun Deep Ore Zone (DOZ). Lokasinya berada di bawah Grasberg Open Pit dan lebih dalam dibandingkan DOZ. "Ketika dibangun akan ada super cave yang beroperasi secara simultan," kata Senior Vice President bagian Geo Engineering Wahyu Sunyoto, Jakarta, Kamis, 17 Desember 2015.

    Tambang bawah tanah DMLZ merupakan target masa depan PT Freeport Indonesia. Cadangan DMLZ diperkirakan sebesar 472 juta ton bijih dengan kadar tembaga 0,87 persen, emas 0,71 gr/ ton, dan perak 4,36 gram/ton. Tambang ini diperkirakan akan berproduksi sejak akhir 2015 hingga 2041. Untuk puncak produksi sendiri diperkirakan akan terjadi pada 2021, yaitu dengan 80 Kton/hari.

    Saat ini tambang bawah tanah yang masih beroperasi adalah DOZ. DOZ sudah mulai beroperasi sejak 2000. Produksi rata-rata mencapai 80Kton/hari. Produksi ini menurut Wahyu merupakan block caving dengan produksi tertinggi di dunia. Tambang ini diperkirakan akan habis cadangannya pada tahun 2021.

    Tambang ini merupakan rangkaian tambang bawah tanah milik PT Freeport Indonesia. Beberapa lokasi tambang bawah tanah Freeport adalah Grasberg bawah tanah, Kucing Liar, Big Gossan, DOZ, dan DMLZ. Nantinya ini akan terhubung dan akan beroperasi secara simultan. "Ini merupakan kebanggaan dari Freeport, ini adalah cave terbesar," ucap Wahyu.

    Saat ini pengeboran sudah berlangsung sampai dengan elevasi 1500 meter. Elevasi ini setara dengan 1000 meter di bawah GBC/KL. Pembangunan ini akan terus dilanjutkan. Namun Wahyu mengatakan masih akan menunggu pemerintah untuk kelanjutan pembangunan. "Ini merupakan investasi jangka panjang." 

    Berdasarkan penuturan Wahyu, saat ini penghasil mineral paling besar masih berasal dari Grasberg. Grasberg mampu memproduksi 70 persen. Sedangkan untuk DOZ Block Cave memproduksi 30 persen. Unit lainnya, seperti Big Gossan Grasberg block cave, Kucing Liar, dan Deep MLZ Block Cave masih belum beroperasi. Big Gossan sendiri dijadwalkan mulai diproduksi tahun depan.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.