Privatisasi BUMN, Tito: Yang Dijual Jangan Saham Lama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tito Sulistio. TEMPO/Subekti

    Tito Sulistio. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengharapkan badan usaha milik negara menjadi perusahaan publik dengan melakukan privatisasi.

    "Harapan saya BUMN menjadi public company, meningkatkan tata kelola melalui privatisasi," kata Tito dalam seminar 'Reshaping, Sharpening dan BUMN Outlook 2016' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Desember 2015.

    Tito menyebutkan, privatisasi dapat meningkatkan efisiensi industri, namun dengan syarat saham yang dijual adalah baru. "Jangan dijual yang lama, menutupi kebolongan negara untuk bayar utang. Sama saja jual aset bayar utang."

    Menurut Tito, banyak keuntungan yang bisa didapat BUMN bila melakukan privatisasi. Antara lain  dapat mengembangkan industri, meningkatkan efisiensi, dan pemerataan pendapatan melalui kepemilikan.

    "Ada 21 perusahaan yang sudah diprivatisasi sekarang dividen tambah enam kali lipat, jumlah pegawai bertambah," ujar Tito.

    FRISKI RIANA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.