Cerita Jonan: Pacar Bisa Ganti, Kalau Infrastruktur?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. TEMPO/Hariandi Hafid

    Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.COJakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan pembangunan infrastruktur tidak mungkin dilakukan berdasarkan rezim. "Pembangunan infrastruktur bukan karena Presidennya Pak SBY atau Pak Jokowi. Yang ada infrastruktur berkelanjutan, kalau pembangunan harus berkelanjutan. Kalau pacaran berdasarkan rezim, bisa," kata Jonan saat menjadi pembicara di Forum Perhubungan "Pemerataan, Konektivitas, dan Penguatan Sistem Logistik Nasional" di Jakarta, Rabu, 16 Desember 2015.

    Dalam pemaparan kinerja 2015, Jonan menjelaskan beberapa bandara yang sudah berhasil dipercantik. Bandara Wamena, sudah bagus. Demikian pula dengan Bandara Domine Eduard Osok Sorong, Bandara Rembele Takengon NAD yang berada di daerah pegunungan, Bandara Kalimarau Berau, Bandara Haluleo Kendari, Bandara Karel Sadsuitubun Tual. "Sekarang bandara sudah bagus, tinggal memperhatikan sisi keamanan bandara dan keselamatan terbang," ujarnya.

    Menurut Jonan, pelayanan publik lebih bagus karena ini bentuk pelayanan ke publik. Ia membandingkan dengan toilet kementeriannya yang belum tentu lebih bagus dari toilet bandara. "Sama kayak pelayanan publik, enggak bisa ala kadarnya. Ini prinsip saya." 

    Tidak hanya tentang bandara, tapi Jonan juga menceritakan pesawat. Kepada salah seorang peserta ia bercanda, "Jangan beli pesawat tua terus, kalau enggak punya duit saya pinjemin. Kalau pergi saja yang dicari wanita muda, kalau pesawat dicari yang tua," ujarnya diiringi gelak tawa peserta lainnya.

    Jonan juga bercerita tentang kunjungannya ke Kualanamu, Sumatera Utara. Ia mengisahkan saat itu ia menemukan musala yang berjajar dengan toilet. "Di Kualanamu masak toilet sama musala dijajar. Kalau di sini lagi 'ngebom' kan yang di sana terganggu, ya," katanya sambil diikuti gelak tawa lagi.

    Menurut dia, pembangunan infrastruktur sangat penting untuk generasi mendatang. Kata Jonan, memang tidak bisa dinikmati sekarang. "Trans-Sulawesi kalau dibuat sekarang nanti yang menikmati generasi selanjutnya, asal dibuat secara masif berkelanjutan. Di Amerika GDP mereka naik 10 kali lipat setelah ada pembangunan rel barat ke timur untuk angkut barang," tuturnya.

    ARKHELAUS W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.