OJK Akan Perkuat Sektor Ekonomi Kerakyatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Darmansyah Haddad memberikan sambutan saat sosialisasi program Jaring di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pondok Dadap Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kec. Sumber Manjing, Malang, Jawa Timur, 13 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Darmansyah Haddad memberikan sambutan saat sosialisasi program Jaring di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pondok Dadap Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kec. Sumber Manjing, Malang, Jawa Timur, 13 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memperkuat sektor ekonomi kerakyatan.  Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad ingin agar  OJK membangun kantor perwakilan di daerah terpencil.

    Meski jumlah lembaga keuangan terbatas, menurut Muliaman, keberadaan OJK akan membantu mengawasi dan mengedukasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Kami akan buka perwakilan OJK di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan Utara, Ternate untuk melindungi konsumen dan edukasi jasa keuangan serta pendampingan lembaga kredit mikro,” katanya di gedung DPR, Rabu 16 Desember 2015

    Muliaman berujar tahun 2016 akan ada penambahan 475 pegawai baru OJK. Saat ini saja, sudah lebih banyak pegawai baru di lingkup OJK.

    Melalui OJK Institute, Muliaman berkomitmen membangun tata kelola OJK yang lebih baik dengan sumber daya manusia yang direkrut setiap tahunnya. “Kami tiap tahun rekrut pegawai baru, kami rekrut dengan jumlah yang sangat banyak.”

    Terkait dengan pemberlakuan MEA, Muliaman mengupayakan membuka akses perbankkan Indonesia di Asean. Ia akan membangun kerja sama dengan otoritas perbankan di Asean. “Kami akan membuka akses bagi bank-bank di Indonesia untuk bisa bertransaksi di negara Asean dengan tingkat kemudahan yang kami upayakan,” kata dia.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.