JICT Buka Rute Intra-Asia dari SITC International Holding

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peti kemas dirunkan dari kapal barang di terminal peti kemas Jakarta International Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 17 Maret 2015. Tempo/Tony Hartawan

    Sejumlah peti kemas dirunkan dari kapal barang di terminal peti kemas Jakarta International Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 17 Maret 2015. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Jakarta International Container Terminal (JICT) yang dibentuk Pelindo II menambah jaringan layanan dengan menerima rute Intra-Asia dari perusahaan pelayaran SITC International Holding mulai Desember 2015. "Masuknya SITC dalam layanan terbaru JICT ini menjadi salah satu bukti tingginya kepercayaan dari pelaku pelayaran global terhadap standar layanan perusahaan," kata Wakil Direktur JICT Riza Erivan, dalam siaran pers di Jakarta, Selasa, 15 Desember 2015.

    Untuk itu, menurut Riza Erivan, pihaknya akan terus berusahan mengoptimalkan jaringan dan infrastruktur JICT guna mendorong peningkatan transaksi perdagangan di Indonesia. Dalam kerjasama dengan SITC, JICT telah melayani kapal perdana MV Trinity dengan bobot mati 10.000 ton, LOA (panjang kapal) 150 meter dan kapasitas 1.000 TEUs.

    SITC telah mengalokasikan tiga kapal untuk layanan ini dengan rute Hongkong - Shekao - Manila North - Manila West - Cebu - Makasar - Jakarta - Bintulu - Manila North - Batangas - Hongkong.

    Riza mengatakan, sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis dalam perdagangan di kawasan.  "Masuknya layanan baru ke JICT menjadi indikasi semakin tingginya arus perdagangan antara Indonesia dengan negara Asia lainnya," katanya.

    Untuk mendukung peningkatan kualitas dan kapasitas layanan, ujar dia, selama periode 2008-2014 total investasi JICT mencapai 180 juta dolar AS.  Ia mengungkapkan, investasi tersebut antara lain digunakan untuk membangun dan mengoperasikan JICT Auto Gate System (JAGS) sejak tahun 2013.

    Saat ini, JICT sedang dalam proses penyelesaian Joint Gate JICT - Koja dan proyek pengembangan untuk menambah kapasitas yang akan selesai bulan April 2016. Dari sisi kapasitas terminal, saat ini total kapasitas terminal JICT mencapai 2,6 juta twenty equivalent units (TEUs), meningkat tajam dibandingkan tahun 1999 sebesar 1,4 juta TEUs.

    "Pada saat itu JICT masih dikelola secara mandiri oleh Pelindo II. Berkat kinerjanya yang terus meningkat, JICT berhasil meraih sejumlah penghargaan sebagai terminal petikemas terbaik dari sejumlah lembaga independen di dunia," ucapnya.

    Jakarta International Container Terminal adalah terminal peti kemas terbesar di Indonesia dan merupakan perusahaan gabungan antara Hutchison Port Holdings (HPH) dan PT Pelabuhan Indonesia II.

    HPH, anak perusahaan konglomerasi multinasional Hutchison Whampoa Limited (HWL), adalah operator, pengembang, dan investor pelabuhan terkemuka di dunia dengan memiliki sejumlah 52 pelabuhan tersebar di 26 negara di Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, Amerika dan Australasia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?