Libur Natal dan Tahun Baru, Pelni Buka Jalur ke Padang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga kapal LPD-071 Armada Laut Cina Selatan. Tiongkok menempatkan tiga kapal pertama pada Armada Laut Selatan dan tiga lagi akan ditempatkan pada Armada Laut Timur. Satu LPD untuk Armada Laut Timur telah selesai pada Januari 2105 dan sedang uji pelayaran, dua lagi akan dibangun. Laporan intelejen US Navy menyebutkan bahwa Tiongkok membangun kapal multimisi yang mampu merespon dengan cepat suatu krisis, baik di laut selatan atau pun timur Tiongkok. taiwanpower.ning.com

    Tiga kapal LPD-071 Armada Laut Cina Selatan. Tiongkok menempatkan tiga kapal pertama pada Armada Laut Selatan dan tiga lagi akan ditempatkan pada Armada Laut Timur. Satu LPD untuk Armada Laut Timur telah selesai pada Januari 2105 dan sedang uji pelayaran, dua lagi akan dibangun. Laporan intelejen US Navy menyebutkan bahwa Tiongkok membangun kapal multimisi yang mampu merespon dengan cepat suatu krisis, baik di laut selatan atau pun timur Tiongkok. taiwanpower.ning.com

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menambah kapasitas penumpang dalam rangka mengantisipasi lonjakan penumpang pada Natal dan tahun baru.

    Penambahan itu dengan membuka kembali rute itu pada pelayaran Padang, Gunung Sitoli, dan Sibolga dari Jakarta. Pelni menggunakan KM Lawit dengan tipe 1.000 pax untuk melayani jalur itu.

    Kapal Lawit akan berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu, 19 Desember 2015, yang tiba di Padang pada Selasa pekan depan, 22 Desember 2015, serta Gunung Sitoli dan Sibolga pada Rabu pekan depan, 23 Desember 2015.

    Manajer Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan PT Pelni Akhmad Sujadi menuturkan pelayaran ke Padang, Sumatera Barat, sudah berhenti karena peminatnya sangat sedikit. Pembukaan kembali rute ini hanya untuk memenuhi permintaan penumpang menghadapi Natal dan tahun baru.

    "Pada hari-hari biasa permintaan ke Padang-Sibolga-Gunung Sitoli sangat sedikit. Hanya saat Natal permintaan tinggi. Pelni sebagai pelayan masyarakat mengabulkan permintaan itu," ujarnya, Selasa, 15 Desember 2015.

    Pelni tetap membatasi jumlah penumpang dengan memberikan toleransi sekitar 30 persen dari kapasitas angkut kapal yang mampu membawa 1.000 penumpang itu.

    "Kami hanya akan memberikan toleransi sekitar 30 persen dari kapasitas angkut kapal sesuai ketentuan dari Kementerian Perhubungan tentang pembatasan penumpang kapal laut," ucapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.