Pengamat: Cina Berpotensi Kembali Lakukan Devaluasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga mengumpulkan batu bara di tembang batu bara Sun Meng di provinsi Heilongjiang, Cina, 23 Oktober 2015. Sebanyak 248.000 orang diberhentikan akibat lambatnya perekonomian di Cina yang berdampak besar pada perkerja batu bara. REUTERS/Jason Lee

    Seorang warga mengumpulkan batu bara di tembang batu bara Sun Meng di provinsi Heilongjiang, Cina, 23 Oktober 2015. Sebanyak 248.000 orang diberhentikan akibat lambatnya perekonomian di Cina yang berdampak besar pada perkerja batu bara. REUTERS/Jason Lee

    TEMPO.CO, Jakarta -Ekonom Universitas Indonesia Lana Soelistiyaningsih menilai Cina tidak akan mengumumkan devaluasi setelah Yuan masuk dalam keranjang mata uang bersama special drawing right (SDR). “Kalau di dalam kriteria SDR itu tidak boleh ada devaluasi lagi,” katanya  saat dihubungi Tempo, Sabtu, 12 Desember 2015.

    Lana mengungkapkan dengan masuknya Yuan ke SDR, harusnya menjadi kewajiban Cina membuat sistem nilai tukarnya lebih fleksibel. Namun ia menilai kondisi perekonomian Cina masih melambat sehingga kemungkinan ada kebijakan untuk menolong perlambatan tersebut. "Salah satu yang bisa menolong,  jika mata uang Yuan terus melemah."

    Pelemahan mata uang Cina, menurut Lana, akan kembali terjadi. Ia menduga Cina akan melakukan pelemahan Yuan dengan cara berbeda seperti melonggarkan kebijakan moneternya. “Apakah giro wajib minimum diturunkan lagi atau menurunkan suku bunga kredit dan depositonya,” ujar dia.

    Salah satu yang bisa menolong perlambatan ekonomi Cina adalah jika mata uangnya terus melemah. Jika Cina kembali mendevaluasi Yuan, Lana menilai akan berdampak pada stabilitas keuangan Indonesia. Yuan melemah menyebabkan dollar akan menguat dan rupiah melemah.

    Pada 11 Agustus 2015 Cina mendevaluasi mata uangnya karena terjadi penurunan di sektor ekspor. Meski demikian penasihat Bank Rakyat Cina, dalam tulisan Tempo sebelumnya, mengatakan kemungkinan akan melakukan penyusutan bertahap dan sederhana terhadap mata uangnya antara 3 dan 5 persen dalam 12 bulan ke depan.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.