Akses ke Bromo Ditutup, Pengusaha Penginapan Mengeluh Sepi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah rambu larangan naik ke kawah Bromo terpasang di padang sabana Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur. Aktivitas vulkanis Gunung Bromo dilaporkan meningkat sejak 12 November 2015. Peningkatan aktivitas ditandai dengan kenaikan gempa tremor serta perubahan secara visual. ANTARA/Umarul Faruq

    Sebuah rambu larangan naik ke kawah Bromo terpasang di padang sabana Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur. Aktivitas vulkanis Gunung Bromo dilaporkan meningkat sejak 12 November 2015. Peningkatan aktivitas ditandai dengan kenaikan gempa tremor serta perubahan secara visual. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.COProbolinggo - Status siaga Gunung Bromo berdampak pada penutupan akses ke kawah dan kaldera gunung tersebut. Penutupan tersebut berdampak pada kunjungan wisatawan.

    Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Probolinggo Digdoyo Djamaludin mengatakan angka kunjungan wisatawan anjlok hingga 50 persen sejak Gunung Bromo ditutup. Tingkat hunian hotel pun otomatis menurun drastis.  "Per hari hanya 2 persen," ujar Digdoyo, Sabtu, 12 Desember 2015. 

    Sepinya wisatawan naik ke Bromo tak ayal membuat pengusaha penginapan memutar otak untuk menyiasati pengeluaran. Sebab, gaji karyawan hotel tetap harus dibayar. "Ada sekitar 300 pekerja dari 14 hotel di kawasan Bromo wilayah Kecamatan Sukapura," katanya.

    Karena jumlah tamunya menurun drastis, pemilik hotel sudah berancang-ancang meliburkan karyawannya. Bahkan, kata dia, sudah ada hotel yang meliburkan pekerjanya. Kondisi ini membuat pelaku industri harap-harap cemas. 

    "Memang dampak gejolak aktivitas vulkanis Bromo belum seperti pada erupsi 2010 silam, tapi pengaruhnya pada kunjungan wisatawan sudah terjadi," tutur Digdoyo.

    Berdasarkan pengamatan secara visual dan seismik dari Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, pada Sabtu dinihari hingga pukul 06.00, secara visual cuaca cerah, angin tenang, dan suhu 11-15 derajat Celsius. Asap yang keluar dari kawah teramati tebal dengan warna kelabu dan dengan tekanan sedang hingga kuat.

    Ketinggian asap kurang-lebih 200-400 meter di atas permukaan laut mengarah ke barat-barat daya. Sedangkan secara seismik, tremor tercatat dengan amplitudo maksimum 3-20 milimeter dominan pada angka 5 milimeter. 

    Status aktivitas Bromo saat ini pada level III atau siaga. Radius aman sekitar 2,5 kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo. Setelah status siaga Gunung Bromo dikeluarkan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup akses ke kaldera Bromo dan kawah Bromo. 

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.