BPS Petakan Bisnis Online di Sensus Ekonomi 2016  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin, usai mengikuti Public Expose Sensus Ekonomi 2016 di Hotel Bidakara, Jakarta, 10 Desember 2015. TEMPO/Rico Suyanto

    Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin, usai mengikuti Public Expose Sensus Ekonomi 2016 di Hotel Bidakara, Jakarta, 10 Desember 2015. TEMPO/Rico Suyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program Sensus Ekonomi yang akan diselenggarakan pada 1-31 Mei 2016. "Diharapkan 100 persen ikut berpartisipasi," kata Kepala BPS Suryamin dalam Public Expose Sensus Ekonomi 2016 di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, Kamis, 10 Desember 2015.

    Suryamin mengatakan dalam sensus, seluruh BPS akan mendata semua skala usaha dan pelaku usaha, termasuk sektor ekonomi online dan ekonomi rumah tangga. Menurut dia, sensus ini bermanfaat untuk memetakan sektor ekonomi. Ia berujar, pendataan bisnis online ini baru dilakukan.

    "Baik jumlah usahanya menurut skalanya yang kecil, mikro, menengah, sampai yang besar," kata Suryamin. Selain itu, BPS juga akan melihat omset dari usaha-usaha tersebut. Menurut Suryamin, dalam sensus sebelumnya, hanya ada dua target responden, yakni Estabilishment dan rumah tangga. Sekarang, target responden ditambah desa.

    Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan sedikitnya ada delapan manfaat sensus ekonomi, yaitu mengetahui jumlah usaha di Indonesia, persaingan usaha, profil usaha, produktivitas pekerja, aktivitas UKM, dan e-commerce serta enterprise, mengukur kekuatan usaha, dan penyusunan produk domestik bruto.

    Selain itu, sensus ekonomi juga bisa mengantisipasi Masyarakat Ekonomi ASEAN dan jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap).

    Sasmito mengatakan dari data BPS dalam sembilan tahun terakhir, jumlah usaha di Indonesia mencapai 22,7 juta. Dia memperkirakan jumlah itu akan naik mencapai 26-29 juta usaha pada 2016.

    RICO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.