Abu Gunung Bromo, BPBD Probolinggo Bagikan Masker ke Warga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mendokumentasi abu vulkanik dari Gunung Bromo di Cemoro Lawang, Probolinggo, Jawa Timur, 6 Desember 2015. PVMBG menaikkan status Gunung Bromo dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) sejak 4 Desember 2015 pukul 14.00 WIB. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Pengunjung mendokumentasi abu vulkanik dari Gunung Bromo di Cemoro Lawang, Probolinggo, Jawa Timur, 6 Desember 2015. PVMBG menaikkan status Gunung Bromo dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) sejak 4 Desember 2015 pukul 14.00 WIB. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Abu vulkanis Gunung Bromo mengguyur beberapa desa di Kecamatan Sukapura, Probolinggo, yang jaraknya 17 kilometer dari bibir kawah gunung berapi aktif di Jawa Timur itu menurut Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo.

    "Kami mendapat laporan hujan abu vulkanis Gunung Bromo turun di tujuh desa di Kecamatan Sukapura karena arah angin dan petugas masih melakukan pengecekan ke lokasi setempat," kata Kepala BPBD Probolinggo Dwi Djoko di Probolinggo, Jawa Timur, Selasa.

    Namun, menurut dia, BPBD Probolinggo akan membagikan masker kepada warga desa yang terkena guyuran abu vulkanis gunung dengan tinggi 2.329 meter di atas permukaan laut tersebut.

    "Kami memiliki stok masker sebanyak 134 ribu masker di gudang BPBD Probolinggo, namun belum dibagikan karena hujan abu vulkanis masih sangat tipis dan arah angin yang sering berubah-ubah," tuturnya.

    "Dalam waktu dekat akan kami bagikan masker kepada warga yang terdampak debu vulkanis Bromo itu," katanya serta menambahkan sejauh ini guyuran abu Bromo belum sampai mengganggu aktivitas warga.

    Menurut data BPBD Probolinggo ada 19 desa di tiga kecamatan yang terdampak letusan Gunung Bromo, 11 desa di Kecamatan Sukapura, lima desa di Kecamatan Sumber, dan tiga desa di Kecamatan Lumbang.

    Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat gempa vulkanis masih terjadi di Gunung Bromo dengan amplitudo dominan 6 milimeter.

    Asap yang keluar dari kawah berwarna kelabu hingga kecokelatan dengan tekanan sedang hingga kuat yang tingginya berkisar 200-300 meter dari puncak dan tertiup angin ke arah barat-barat daya.

    Status gunung di perbatasan Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan itu masih siaga.

    PVMBG mengimbau warga dan wisatawan tidak melakukan aktivitas di radius 2,5 kilometer dari bibir kawah karena kandungan belerang pekat dikhawatirkan mengganggu pernafasan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.