Banjir Media Online, Dahlan Yakin Media Cetak Tetap Eksis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dahlan Iskan membaca KoranTempo yang memuat berita dirinya di Kantor Tempo, di Kebayoran Baru, Jakarta, kamis 11 Juli 2013. Tempo/Rully Kesuma

    Dahlan Iskan membaca KoranTempo yang memuat berita dirinya di Kantor Tempo, di Kebayoran Baru, Jakarta, kamis 11 Juli 2013. Tempo/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Kediri – Bos  Jawa Pos Grup Dahlan Iskan meyakini bisnis media cetak di Indonesia tidak akan mati oleh gerusan media online. Sebab, kata Dahlan, media online dalam pengertian news belum dapat menjadi bisnis yang bisa diandalkan.

    Menurut Dahlan perkembangan media online di tanah air memang telah menyodok pertumbuhan bisnis media cetak. Namun penelitian yang dia lakukan selama dua tahun menunjukkan  bahwa masyarakat masih bergantung informasi kepada media cetak ketimbang online.

    “Media cetak tak pernah mati, tapi akan berkurang jumlahnya,” kata Dahlan usai memberi kuliah terbuka di Universitas Nusantara PGRI Kediri, Senin, 7 Desember 2015.

    Dahlan menyamakan  tumbuhnya media online ini dengan kemunculan radio. Saat itu, kata dia, banyak yang menganggap era media cetak sudah habis. Kemudian muncul era televisi yang dinilai bakal mengubur radio. Namun semua prediksi itu, kata Dahlan, ternyata tidak terbukti. Dari pengalaman-pengalaman tersebut Dahlan yakin bahwa media cetak masih tetap eksis.

    Di sisi lain, Dahlan melihat bahwa media online dalam pengertian news  belum bisa menjadi bisnis yang bagus. “Paling hanya satu dua,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.

    Dahlan menilai kemunculan media online  saling melengkapi kebutuhan informasi masyarakat, seperti layaknya radio dan televisi. Sebab masing-masing media memiliki kekurangan serta kelebihannya sendiri.

    Kehadiran Dahlan Iskan di kampus Universitas Nusantara PGRI Kediri sebagai undangan rektorat untuk memberi kuliah terbuka tentang entrepreneur kepada mahasiswa.

    Dahlan diminta aktif mendorong mahasiswa menjadi pengusaha agar tidak kebingungan mencari pekerjaan setelah lulus kuliah. “Pak Dahlan menjadi contoh entrepreneur sukses di tanah air,” kata Rektor Univeritas Nusantara PGRI Kediri Setyono.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?