Topang Ekonomi Banten, Ekspor Alas Kaki Capai US$2,01 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah menyelesaikan produksi sepatu di Pusat Industri Kecil, Jakarta, 9 Januari 2015. Perkembangan ekspor seluruh produk alas kaki yang dicatat Badan Pusat Statistik selama Januari - November menunjukkan pertumbuhan 6,03% (year on year) menjadi US$3,71 miliar. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja tengah menyelesaikan produksi sepatu di Pusat Industri Kecil, Jakarta, 9 Januari 2015. Perkembangan ekspor seluruh produk alas kaki yang dicatat Badan Pusat Statistik selama Januari - November menunjukkan pertumbuhan 6,03% (year on year) menjadi US$3,71 miliar. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama triwulan III/2015 terdapat empat komoditas utama penopang perkonomian Banten, yang paling dominan tetap alas kaki.

    Kepala Bank Indonesia Provinsi Banten Budiharto Setyawan menjelaskan, alas kaki jadi penopang, karena pangsa pasarnya terbesar dan berorientasi ekspor.

    “Beberapa jenis merek dagang permintaannya masih cukup stabil,” ucapnya dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) BI Banten, Senin (7 Desember 2015).

    Permintaan alas kaki juga bisa lebih melejit pada saat berlangsung gelaran olahraga dunia. Selain ini, tren fashion yang disertai kampanye olahraga sebagai cerminan hidup sehat juga turut berperan. Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat ekspor alas kaki selama Januari – Oktober tahun ini US$2,01 miliar. Nilai ini tumbuh 9,46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    “ tercermin dari volume ekspor alas kaki yang cukup stabil pada triwulan ketiga tersebut,” ucap Budiharto.

    Khusus pada Oktober, ekspor alas kaki Banten tumbuh 15,98% menjadi US$204,85 juta dari US$176,63 pada bulan sebelumnya. Adapun total peran alas kaki dalam ekspor nonmigas sebesar 26,64%.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.