Laba Bersih Astra Agro Lestari Anjlok 92,3 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PT Astra Agro Lestari Tbk. Astra-agro.co.id

    Logo PT Astra Agro Lestari Tbk. Astra-agro.co.id

    TEMPO.CO, Sentul - Anak perusahaan PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang perkebunan sawit, PT Astra Agro Lestari (AALI), mencatat penurunan laba bersih cukup dalam pada kuartal ketiga 2015. Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, hingga September 2015, laba perusahaan tercatat Rp 145 miliar atau turun 92,3 persen dibandingkan laba pada periode yang sama tahun 2014 yang mencapai Rp 1,88 triliun.

    Direktur Keuangan PT Astra Agro Lestari Rudy Chen menjelaskan, penurunan laba yang tajam itu karena peningkatan beban lain-lain sebesar 112,14 persen, dari Rp 885,61 miliar pada tahun lalu menjadi Rp 1,87 triliun tahun 2015. "Sekitar Rp 957,5 miliar dari beban itu berasal dari rugi kurs karena depresiasi rupiah dan turunnya harga minyak sawit," katanya dalam pemaparan kinerja Grup Astra di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 4 Desember 2015.

    Akibat penurunan itu, menurut Rudy, laba sebelum pajak perusahaan ikut merosot 85,38 persen, dari Rp 2,79 triliun menjadi Rp 408,72 miliar. Faktor lain yang menyebabkan anjloknya laba adalah turunnya penjualan sebesar 12,01 persen, dari Rp 11,75 triliun menjadi Rp 10,34 triliun. "Penjualan terbesar kami masih berasal dari produk minyak sawit mentah dan turunannya yang mencapai Rp 9,19 triliun."

    Rudy menuturkan volume penjualan crude palm oil (CPO) oleh AALI mulai Januari hingga September 2015 tercatat 826.472 ton, turun 17,7 persen dibanding volume tahun sebelumnya. Sementara itu, harga jual rata-rata CPO juga ikut turun 14,8 persen, dari Rp 8.474 per kilogram menjadi Rp 7.221 per kilogram.

    Menghadapi situasi tersebut, Rudy mengatakan, sejak tahun lalu, perusahaan mulai mengalihkan fokus usahanya dari sektor hulu ke sektor hilir dengan menggarap industri pengolahan CPO. "Nilai tambahnya lebih banyak dan bea keluarnya lebih rendah dibanding ekspor CPO biasa," ucapnya. Karena itulah, dalam belanja modal tahun ini dan tahun depan, AALI tak berniat melakukan penanaman baru.

    Belanja modal AALI hingga September lalu, ujar Rudy, hanya Rp 2,08 triliun atau turun 20,6 persen dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 2,62 triliun. "Tahun depan, kami akan lebih berhemat dengan memangkas anggaran belanja modal sebesar 25-30 persen menjadi hanya sebesar Rp 1,82 triliun."

    PRAGA UTAMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.