Tingkatkan Produksi Buah, Jokowi Bikin Strategi Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan ingin ada perbaikan strategi menuju peningkatan produksi buah, bunga, dan sayur untuk mengurangi ketergantungan impor komoditas tersebut demi memenuhi kebutuhan pasar domestik.

    Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas dengan topik "Persiapan Pelaksanaan Pameran Bunga, Buah, Interior, dan Makanan" di kantor Presiden di Jakarta, Jumat, 4 Desember 2015. "Kita ingin agar strategi menuju produksi yang lebih besar bisa kita lakukan," katanya.

    Jokowi mengatakan telah ada pertemuan dengan beberapa bupati dan gubernur untuk menyiapkan 5-50 hektare di wilayahnya sebagai lahan untuk ditanami buah-buahan.

    Selain itu, Presiden sudah meminta PTPN menyiapkan minimal 10 ribu hektare lahan untuk ditanami buah-buahan yang berorientasi ekspor.

    "Selain itu, tahun depan saya harap ada pameran atau festival buah dan bunga Nusantara dalam skala internasional sehingga buah, sayur, plus bunga dikenal dan saya harap Menlu bisa mengundang pembeli-pembeli dari luar (negeri)," ujarnya.

    Sebelumnya, Institut Pertanian Bogor (IPB) memperkenalkan sebuah gerakan untuk meningkatkan produksi buah, sayur, dan bunga yang diberi nama "Gerakan Revolusi Oranye".

    "Kita, saya kira, sangat mendukung gerakan ini karena yang pertama bisa meningkatkan produksi dan konsumsi buah kemudian meningkatkan ekspor buah, lalu mengurangi ketergantungan kita pada impor buah," katanya.

    Presiden mengaku mendapat laporan soal semakin baiknya produksi buah, sayur, dan bunga Nusantara dibandingkan tahun lalu.

    Pada periode Januari-September 2015, dibanding periode yang sama tahun lalu, ekspor 10 komoditas sayuran meningkat 33 persen.

    "Ekspor 9 komoditas utama buah naik juga 29 persen, kemudian impor 10 komoditas sayuran turun 9,6 persen, impor 9 komoditas buah juga turun 16 persen," katanya.

    Presiden juga menginginkan pameran dan promosi antarkementerian/lembaga terintegrasi dengan satu target yang jelas, termasuk pembentukan Badan Promosi Indonesia dan Dewan Penunjang Ekspor. "Jadi saya berharap setiap produk yang ada di negara kita ini bisa menginternasional," tuturnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.