Rekomendasi KNKT, Kemenhub Inspeksi Semua Airbus A320

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puing sayap pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Laut Jawa dievakuasi di Tanjung Priok, Jakarta, 2 Maret 2015. Seluruh penumpang dan awak pesawat yang terbang dari Surabaya menuju Singapura pada 28 Desember 2014 ini dinyatakan tewas.  ADEK BERRY/AFP/Getty Images

    Puing sayap pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Laut Jawa dievakuasi di Tanjung Priok, Jakarta, 2 Maret 2015. Seluruh penumpang dan awak pesawat yang terbang dari Surabaya menuju Singapura pada 28 Desember 2014 ini dinyatakan tewas. ADEK BERRY/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan akan melakukan inspeksi khusus terhadap semua pesawat Airbus A320 yang teregistrasi PK. Langkah ini dilakukan sebagai action plan dari rekomendasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) atas peristiwa kecelakaan AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura.

    "Inspeksi dan evaluasi akan kami lakukan pada semua pesawat Airbus A320 teregistrasi PK," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Suprasetyo dalam konferensi pers, Kamis, 3 Desember 2015, di Kementerian Perhubungan. PK merupakan tanda registrasi pesawat sipil Indonesia.

    Suprasetyo mengatakan inspeksi akan dilakukan mulai hari ini hingga enam bulan kedepan (2 Juni 2016). Jumlah pesawat jenis tersebut adalah 75 unit yang berasal dari empat maskapai. Mereka adalah Indonesia AirAsia, AirAsia Extra, Batik Air, dan Citilink. Inspeksi akan dilakukan oleh 85 inspektur Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara.

    "Hari ini kami sudah menerjunkan enam orang untuk melakukan inspeksi," kata Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Mohammad Alwi. Dia mengatakan, inspeksi itu dilakukan terkait dengan analisis dan tindakan perbaikan atas masalah teknis yang terjadi pada komponen atau sistem rudder travel limiter unit (RTLU), mengevaluasi prosedur manual teknis dan operasional terkait penanganan masalah berulang dan penyelesaiannya.

    Selain itu, Kementerian Perhubungan juga mewajibkan pelatihan upset recovery terhadap para pilot setiap enam bulan sekali. Sebelumnya, pelatihan jenis ini dilakukan dengan frekuensi 12 bulan sekali. "Frekuensinya kami tambah untuk mengimplementasikan peningkatan kompetensi pilot," kata Alwi.

    Sebelumnya KNKT mengumumkan hasil investigasinya terhadap peristiwa kecelakaan Air Asia QZ8501 rute Surabaya-Singapura pada 28 Desember 2014. Ada dua rekomendasi yang ditujukan untuk Indonesia AirAsia. Rekomendasi itu adalah agar meningkatkan pentingnya standar call outs pada seluruh fase penerbangan dan melaksanakan pelatihan bagi pilot dalam pengambilalihan kendali pada berbagai fase krisis.
     
    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.