Aksi Beli Picu Penutupan IHSG Turun 11,80 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu ditutup melemah sebesar 11,80 poin seiring dengan pelaku pasar asing yang kembali melakukan aksi beli.

    IHSG BEI ditutup melemah sebesar 11,80 poin atau 0,26 persen menjadi 4.545,86. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 0,65 poin (0,08 persen) menjadi 784,98.

    "IHSG bergerak melemah seiring dengan pelaku pasar saham asing yang kembali melakukan aksi lepas menjelang rencana bank sentral Amerika Serikat (the Fed) untuk menaikan suku bunga acuannya," kata Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya di Jakarta, Rabu.

    Tercatat, dalam data perdagangan saham di BEI tercatat, pelaku pasar saham asing mencatatkan jual bersih atau "foreign net sell" sebesar Rp362,20 miliar pada Rabu (2 Desember 2015) ini.

    Di sisi lain, ia menambahkan bahwa pelaku pasar saham juga sedang menanti beberapa data ekonomi domestik yang sedianya akan dirilis pada pertengahan bulan Desember ini mengenai neraca perdagangan Indonesia periode November 2015.

    "Saat ini pelaku pasar cenderung wait and see dan cukup berhati-hati mengambil posisi, sentimen yang akan muncul baik dari eksternal dan dalam negeri akan menentukan laju IHSG BEI ke depannya," katanya.

    Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menambahkan bahwa saham sektor properti dan infrastruktur yang bergerak menguat seiring dengan spekulasi investor mengenai pemotongan pajak investasi real estate oleh pemerintah belum mampu menopang IHSG BEI untuk bergerak di area positif.

    "Pada bulan Desember ini investor asing masih melakukan aksi jual," katanya.

    Secara teknikal, lanjut dia, IHSG juga masih berada dalam fase konsolidasi sehingga diperkirakan pergerakan IHSG BEI akan kembali bergerak bervariasi di kisaran 4.483-4.600 poin pada perdagangan besok (Kamis, 3 Desember 2015).

    Sementara itu, tercatat frekuensi saham di BEI mencapai 233.058 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 2,47 miliar lembar saham senilai Rp3,18 triliun. Efek yang bergerak naik sebanyak 129 saham, turun 146 saham, dan yang bergerak stagnan atau tidak bergerak nilainya sebanyak 91 saham.

    Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng naik 98,34 poin (0,44 persen) menjadi 22.479,69, indeks Nikkei turun 74,27 poin (0,37 persen) ke level 19.938,13, dan Straits Times menguat 13,38 poin (0,47 persen) ke posisi 2.883,64.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.