Media Sosial Dinilai Efektif Promosikan Wisata Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ere.net

    Ere.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan peluang luas kepada komunitas media sosial untuk ikut serta berpartisipasi mempromosikan potensi dan daya tarik wisata Indonesia, khususnya di Sleman.

    "Upaya ini telah didiawali dengan diadakannya familiarization trip (famtrip) bagi 20 komunitas media sosial dan travel blogger ke beberapa destinasi Sleman pada Senin 30 November 2015," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi, Rabu (2 Desember 2015).

    Menurut dia, Famtrip tersebut objek wisata yang dikunjungi meliputi Museum Gempa Prof dr Sarwidi, Rumah Budaya "Omah Petruk", Desa Wisata Pulesari dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki.

    Menurut salah satu peserta famtrip asal Jakarta Ejie Belula yang mengelola ejiebelula.com, obyek kunjungan famtrip tersebut sangat menarik dan memberikan referensi yang bermanfaat sebagai bahan tulisan.

    "Famtrip kali ini memberikan pengalaman yang berbeda dan unik karena peserta diajak untuk mengunjungi destinasi yang masih tergolong baru baginya," katanya.

    Sementara itu Hajar Pamundi yang mengelola FB Jogjaku menyatakan terkesan saat berkunjung ke Museum Gempa Prof Dr Sarwidi.

    "Konten dan koleksi yang ada didalamnya merupakan sarana edukasi kepada masyarakat untuk menghadapi dan memahami bencana secara positif," katanya.

    Diantara edukasi tersebut adalah bagaimana cara-cara menghadapi bencana khususnya gempa bumi. Terlebih dari itu Museum Gempa Prof Dr Sarwidi juga memberikan dan mengenalkan tehnologi rumah tahan germpa yang diberi nama Barrataga (Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa).

    Objek kunjungan yang lain yaitu Rumah Budaya "Omah Petruk" yang berlokasi di dusun Karang Kletak Hargobinangun Pakem juga memberikan pengalaman tersendiri kepada para peserta.

    Menurut Antok sebagai salah satu pengelola, bahwa rumah budaya ini mengakomodasi berbagai perbedaan yang ada di negeri ini, baik menyangkut perbedaan agama, ras, budaya, suku, bangsa, dan lainnya.

    "Intinya di sini merupakan tempat yang cocok untuk terjadinya akulturasi budaya yang tentunya akan memberikan kontribusi terhadap upaya membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Bahkan pada 2014 silam dipilih sebagai ajang penyelenggaraan event internasional Asia Tri," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.