Rekor, BRI Salurkan Kredit kepada 10 Ribu Nasabah Per Hari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama BRI Asmawi Syam

    Direktur Utama BRI Asmawi Syam

    TEMPO.CO, London  - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk optimistis hingga akhir 2015 dapat menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada sekitar 860 ribu orang atau sekitar Rp 13 triliun. Bank berkode emiten BBRI ini dalam waktu tiga bulan atau sejak 18 Agustus lalu hingga November telah menyalurkan KUR mencapai Rp 10 triliun.

    "Bagi kami, ini rekor, tiga bulan bisa menyalurkan pinjaman ke 624 ribu orang. Mungkin bisa masuk Guinness Book of Records,” kata Direktur Utama BRI Asmawi Syam di Hotel Park Lane Intercontinental London, Rabu, 2 Desember 2015.

    Sejak KUR 2015 diluncurkan pemerintah untuk menggerakkan industri kecil, setiap hari rata-rata  BRI mampu merealisasi penyaluran KUR kepada 10 ribu nasabah per hari. Menurut Asmawi, hal itu berkat kerja keras selama tiga bulan ini.

    “Karyawan kami sampai lembur Sabtu-Minggu untuk mengejar target,” ujarnya. Kredit mikro yang besarnya rata-rata Rp 15-25 juta per orang itu disalurkan melalui 1.000 tenaga pemasaran baru BRI. Bunga asli kredit ini sebesar 19 persen, tapi hanya 12 persen yang dibayar nasabah. Sebanyak 7 persen bunga ditanggung pemerintah. KUR ini disalurkan melalui beberapa bank BUMN. Target pemerintah adalah menyalurkan kredit sebesar Rp 100 triliun.

    Baca: BRI Jadi Bank Pertama yang Beli Satelit, Cuma Sok Hebat?

    “Kami merekrut anak-anak pedagang pasar sehingga lebih mengerti karakter di lapangan,” katanya. "Itulah yang membuat BRI mampu melampaui penyaluran KUR 5.000 nasabah per hari, tapi kami mampu 10 ribu nasabah setiap hari. Tidak ada bank lain yang bisa melakukan hal itu. Baru kali ini BRI bisa menyalurkan kredit sebanyak 200 ribu debitur per bulan. Angka ini merupakan prestasi tertinggi yang pernah dicapai bank," katanya.

    Apabila setiap debitur KUR meminjam uang sebesar Rp 25 juta, penyaluran KUR BRI 2015 dapat mencapai Rp 21,4-21,5 triliun. Penyaluran KUR BRI mayoritas mengalir ke sektor perdagangan terkait dengan pertanian, perikanan, dan hasil pengolahan dengan porsi sebesar 69 persen. Adapun untuk sektor pertanian tercatat sebesar 21 persen serta perikanan dan industri pengolahan sebesar 10 persen.

    "Mesin pertumbuhan kami adalah sektor UKM, komersial, dan korporat," kata Asmawi. "Kalangan UKM relatif kebal terhadap krisis."

    Burhan Sholihin (London)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).