Bangun 49 Waduk, Pemerintah Siapkan Rp 66 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung melihat-lihat Waduk Bajul Mati di Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur, 1 Desember 2015. ANTARA/Budi Candra Setya

    Sejumlah pengunjung melihat-lihat Waduk Bajul Mati di Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur, 1 Desember 2015. ANTARA/Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mudjiaji mengatakan pemerintah akan membangun 49 waduk dalam kurun lima tahun.

    “Total anggarannya sekitar Rp 66 triliun,” ucap Mudjiaji di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa, 1 Desember 2015.

    Sebanyak 49 waduk itu dibangun secara bertahap di berbagai provinsi mulai tahun ini hingga 2019. Untuk tahun ini, pemerintah sudah menandatangani kontrak untuk pembangunan 13 waduk.

    Pembangunan waduk, menurut Mudjiaji, diprioritaskan untuk kepentingan irigasi, penanggulangan banjir, dan air baku. Namun Kementerian PU juga memanfaatkan waduk sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro.

    Mudjiaji berujar, ada enam dari 16 waduk warisan pemerintah sebelumnya yang telah rampung dikerjakan tahun ini. Salah satunya Waduk Bajulmati di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Waduk Bajulmati dibangun sejak 2006 dan menelan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara senilai Rp 422 miliar.

    Waduk berkapasitas 10 juta meter kubik itu diproyeksikan bisa mengairi 1.800 hektare lahan pertanian di Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo pada 2016. Mulai Selasa, 1 Desember 2015, waduk tersebut dalam tahap pengisian dengan membendung aliran Sungai Bajulmati. Sungai Bajulmati berhulu di Gunung Ijen dan mengalir hingga ke Selat Bali.

    Waduk yang berukuran panjang 250 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 40,8 meter tersebut tak hanya berfungsi sebagai irigasi. Dengan debit mencapai 110 liter per detik, waduk itu digunakan sebagai bahan baku air bersih untuk warga sebesar 50 liter per detik, sementara sisanya 60 liter per detik untuk kebutuhan industri dan pelabuhan.

    IKA NINGTYAS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).