Pusat Studi Terumbu Karang Manado Diresmikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terumbu karang di perairan Pulau Kebori, Kepulauan Padaido, Biak, Papua, 11 Oktober 2015. TEMPO/Tony Hartawan

    Terumbu karang di perairan Pulau Kebori, Kepulauan Padaido, Biak, Papua, 11 Oktober 2015. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meresmikan pusat studi terumbu karang atau Coral Triangle Information and Learning Center (CTI) di Kota Manado Provinsi Sulawesu Utara, Selasa, 1 Desember 2015. "Peresmian gedung CTI ini guna mendukung kedaulatan di sektor maritim, serta dukungan untuk mewujudkan laut Indonesia menjadi home of coral reefs," kata Susi. 

    Susi mengatakan pemerintah melalui KKP mendirikan pusat edukasi ini sebagai berbagai keanekaragaman hayati mengenai terumbu karang bernama CTI Learning Center. Operasionalisasi gedung tersebut, katanya, juga merupakan gedung Regional Secretariat Coral Triangle Initiative Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF).

    Sekretaris Jenderal KKP yang juga merupakan Plt Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Syarief Widjaja mengatakan dengan diresmikannya gedung ini maka secara resmi Regional Secretariat CTI-CFF tahun depan akan memulai aktifitasnya di gedung tersebut.

    Syarief mengatakan gedung seluas 2.142 meter bujursangkar dan tinggi 42 meter ini diperuntukkan sebagai kantor Regional Sekretariat, training center, research center, reef viseum, perpustakaan, ruang pertemuan, convention hall, ruang kantor bagi negara anggota CTI, mitra dan KKP.

    Sjarief menjelaskan gedung ini dibangun untuk dijadikan sebagai center of excellence akan keanekaragaman terumbu karang serta dilengkapi dengan khazanah ilmunya.

    "Nantinya gedung ini berfungsi sebagai tempat peragaan keanekaragaman hayati terumbu karang berupa akuarium berukuran besar serta ruang pameran," jelasnya.

    Pembangunan gedung ini merupakan komitmen pemerintah Indonesia kepada CTI-CFF, dengan dana yang digulirkan sebesar 55 juta dolar AS. "Gedung ini ditujukan menjadi pusat koordinasi, fasilitasi dan kolaborasi di antara enam negara dan mitra CTI-CFF," jelasnya.

    Sjarief mengatakan gedung CTI Learning Center harus berfungsi menjadi tempat penting bagi para pakar, praktisi, akademisi, dan penggiat terumbu karang dalan pengelolaan ekosistem terumbu karang dan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

    "Kita sangat berharap agar CTI learning center bisa menjadi rujukan tempat atau kiblat tentang apa saja mengenai pengelolaan terumbu karang, perikanan dan ketahanan pangan. Saya berharap nantinya ada mahzab dan pemikiran penting lahir, didiskusikan dan disebarluaskan dari gedung ini," katanya.

    Perencanaan gedung ini, katanya, telah dimulai sejak tahun 2010 oleh Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil KKP kerjasama dengan PT Uni Tricipta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.