Laba Unggul Indah Cahaya Turun Tajam, Ini Penyebabnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bursa Efek Indonesia. TEMPO/Tony Hartawan

    Bursa Efek Indonesia. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Unggul Indah Cahaya Tbk mencatat penurunan laba kotor yang cukup signifikan hingga periode September 2015. Laba bruto perseroan turun 50,93 persen dibandingkan periode yang sama sebelumnya dari US$ 28,86 juta menjadi US$ 14,16 juta. Sedangkan marjin laba kotornya sebesar 6,54 persen turun dibanding sebelumnya 9,45 persen.

    Presiden Direktur Unggul Indah Cahaya, Yani Alifen mengatakan penurunan harga minyak mentah dunia menjadi faktor utama terkoreksinya laba perusahaan yang bergerak di bidang deterjen ini. Selain itu, kebijakan Peraturan Bank Indonesia yang mewajibkan penggunaan rupiah untuk transaksi di dalam negeri ikut menambah koreksi. "Sebelum kebijakan itu transaksi kami dengan dolar Amerika karena bahan baku masih impor," ucap Yani dalam laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa 01 Desember 2015.

    Dengan adanya penyesuaian itu, Yani berujar, perseroan  meski melakukan hedging atau lindung nilai. "Kemarin kami tidak ada persiapan untuk hedging."

    Memasuki 2016 ia berharap harga minyak mentah dunia bisa lebih stabil. Perusahaan berharap bisa mengalami pertumbuhan tiga sampai lima persen di 2016.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.