Investor Asing Jual Saham Rp7,6 Triliun dalam Sehari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Papan indeks bursa saham di Bank Mandiri, SCBD, Jakarta, Kamis (29/10). Aksi panik jual dan dugaan forced sell sempat memaksa IHSG turun lebih dari 100 poin pada awal perdagangan, pada perdagangan Kamis (29/10/2009). TEMPO/Dwianto Wibowo

    Papan indeks bursa saham di Bank Mandiri, SCBD, Jakarta, Kamis (29/10). Aksi panik jual dan dugaan forced sell sempat memaksa IHSG turun lebih dari 100 poin pada awal perdagangan, pada perdagangan Kamis (29/10/2009). TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiba-tiba saja, investor asing melakukan aksi jual saham senilai Rp7,65 triliun dan membukukan jual bersih alias net sell sepanjang hari ini sebesar Rp1,45 triliun.

    Rekapitulasi PT Bursa Efek Indonesia, pada perdagangan awal pekan ini, Senin (30 November 2015), investor asing membukukan net sell Rp1,45 triliun. Namun, mereka masih mencatat  net buy dari sisi volume sebanyak 779,28 juta lembar saham.

    Investor asing menjual saham sepanjang hari ini sebesar Rp7,65 triliun dengan volume 2,57 miliar lembar. Sedangkan, mereka juga memborong saham senilai Rp6,19 triliun dengan volume 3,35 miliar lembar.

    Pada saat bersamaan, investor domestik melego saham senilai Rp2,79 triliun dengan volume 5,64 miliar lembar. Namun, aksi borong saham investor domestik sehari ini mencapai Rp4,25 triliun dengan volume 4,86 miliar lembar.

    Sepanjang hari ini, total transaksi yang terjadi di lantai bursa mencapai Rp10,45 triliiun dengan volume 8,22 miliar lembar saham. Transaksi tersebut terbilang melonjak, lantaran rerata transaksi harian hanya mencapai Rp5,77 triliun dengan volume 5,85 miliar saham.

    Tentu saja, jual bersih yang dibukukan hari ini membuat total net sell investor asing sejak awal tahun semakin membengkak menjadi Rp21,17 triliun.

    Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan awal pekan ini, Senin (30 November 2015), IHSG ditutup ambrol 2,5% sebesar 114,10  poin ke level 4.446,46. Pelemahan IHSG seiring dengan terkoreksinya mayoritas bursa saham Asia Pasifik.

    Sepanjang hari ini, IHSG bergerak pada level 4.446,46-4.535,97. Koreksi dalam IHSG hari ini kian memperdalam penurunan sejak awal tahun mencapai 14,93%.

    Seluruh sektor yang ada di PT Bursa Efek Indonesia mengalami pelemahan. Koreksi paling dalam terjadi pada sektor finansial 3,97%, aneka industri 3,96%, dan industri dasar kimia 3,89%.

    Koreksi IHSG ditekan oleh melorotnya 176 dari 521 saham yang ada di lantai bursa. Namun, penurunan itu ditahan oleh menguatnya 84 saham dan 261 saham lainnya stagnan.

    Berikut ringkasan perdagangan saham oleh investor asing hari ini:








































    Tanggal


    Nilai


    Keterangan


    30 November


    Rp1,45 triliun


    Net sell


    27 November


    Rp229,8 miliar


    Net buy


    26 November


    Rp349,5 miliar


    Net buy


    25 November


    Rp88,93 miliar


    Net buy


    24 November


    Rp326,13 miliar


    Net sell


    23 November


    Rp26,67 miliar


    Net sell


    Sumber: Bursa Efek Indonesia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).