Desember 2015, Tarif Listrik Rumah Tangga Besar Turun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja di Gardu Induk PLN Rejoso mengamati pekerjaan penggantian pemutus tenaga dari sebuah jendela di Pasuruan (29/5). Gardu ini menyalurkan listrik ke pulau Jawa - Bali. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Seorang pekerja di Gardu Induk PLN Rejoso mengamati pekerjaan penggantian pemutus tenaga dari sebuah jendela di Pasuruan (29/5). Gardu ini menyalurkan listrik ke pulau Jawa - Bali. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) menyatakan tarif listrik berdaya 3.500-5.500 VA, atau yang masuk golongan R-2 turun. Penurunan ini, menurut Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto, dipengaruhi tingkat inflasi yang rendah dan nilai tukar rupiah yang menguat selama sebulan belakangan. "Untuk pelanggan rumah tangga kecil tarifnya masih tetap," ucapnya, dalam siaran pers, Senin, 30 November 2015.

    Penurunan tarif berlaku dari Rp 1.533 per kWh menjadi Rp 1.509 per kWh. Penurunan tipis juga terjadi pada tarif listrik golongan bisnis sedang, industri besar, kantor pemerintah, penerangan jalan umum, dan layanan khusus.

    Sementara itu, PLN akhirnya memberlakukan skema tarif adjustment terhadap pelanggan berdaya 1.300 VA dan 2.200 VA sejak awal Desember. Sebelumnya, penerapan skema ini sempat tertunda sejak tahun lalu karena kenaikan tarif golongan tersebut sudah diterapkan secara bertahap.

    "Penundaan waktu itu juga untuk meringankan beban ekonomi pelanggan di kedua golongan," kata Bambang.

    Penerapan tarif adjustment sampai saat ini berlaku pada 12 golongan tarif listrik. Perseroan juga sedang mempersiapkan migrasi pelanggan golongan 450 VA dan 900 VA ke golongan 1.300 VA dengan dalih penerapan subsidi listrik langsung supaya tepat sasaran.

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.