Tahun Depan Penjualan Lahan Usaha Diprediksi Makin Meningkat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan pabrik semen Merah Putih milik PT Cemindo Gemilang di Bayah, Lebak, Banten. ANTARA/Zabur Karuru

    Pembangunan pabrik semen Merah Putih milik PT Cemindo Gemilang di Bayah, Lebak, Banten. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu pelaku usaha menilai penjualan lahan industri pada tahun depan akan lebih baik seiring dukungan beragam kebijakan yang memacu bertumbuhnya investasi.

    Tonny Hadhiwaluyo, Presiden Direktur PT Modern Industrial Estat mengatakan, pihaknya optimis penjualan lahan pada tahun depan akan lebih baik dibandingkan 2015. Hal ini terjadi seiring dengan inisiatif atau paket-paket kebijakan dari pemerintahan Jokowi untuk meningkatkan dan menarik investasi dari luar negeri ke Indonesia.

    Selain itu juga kebijakan makro dan mikro ekonomi yang sedang digalakkan oleh pemerintah tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi, laju FDI, dan iklim kompetitif bagi sektor industri.

    ”Sedangkan faktor penghambatnya yaitu infrastruktur yang masih belum memadai dan juga tuntutan kenaikan UMR yang terus berlanjut,” ujarnya melalui siaran pers, Jumat (27 November 2015).

    Untuk meningkatkan penjualan, perusahaan melakukan berbagai strategi seperti memperbanyak promosi melalui media baik above the line maupun below the line.

    Manajemen Juga meningkatkan infrastruktur dan menambah fasilitas di kawasan, serta memperluas networking dengan asosiasi-asosiasi industri dan pemerintah, baik di dalam maupun luar negeri dengan menghadiri forum-forum bisnis.

    Fasilitas yang saat ini ada di ModernCikande Industrial Estate antara lain perumahan bagi para pekerja, pemadam kebakaran, kantor polisi, minimarket, bank, restoran, dan poliklinik. Penambahan sarana lainnya dalam waktu dekat yaitu pembangunan Water Treatment Plan (WTP) dan hotel.

    Tonny mengatakan, ModernCikande merupakan salah satu kawasan industri terbesar di barat Jakarta. Berlokasi strategis di Cikande, Serang, Banten, sekitar 68 km dari Jakarta, 75 km dari Pelabuhan Tanjung Priok dan 50 km dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    Modern Cikande dapat diakses melalui tol Jakarta-Merak kemudian keluar melalui pintu tol Ciujung. Akses sangat dekat menuju tiga pelabuhan besar, yakni Ciwandan, Cigading, dan Merak Mas. 

    “Saat ini pemerintah sedang menyelesaikan pembangunan pintu tol Cikande, yang tahun depan akan mulai dibuka dan saat itu kawasan industri ModernCikande dapat diakses hanya 1,5 km dari pintu tol tersebut,” tuturnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.