Bank BTN Lakukan Akad Kredit Serentak Kepada 6.600 Debitur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (BTN) melaksanakan akad kredit perumahan rakyat kepada 6.600 debitur dari berbagai daerah di Indonesia yang pelaksanaannya difokuskan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

    Direktur Utama BTN, Maryono menyatakan pelaksanaan akad kredit perumahan rakyat (KPR) secara serentak kepada 6.600 debitur dalam kurun waktu satu hari ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya perseroan untuk mendukung program satu juta rumah yang dicanangkan pemerintah sekaligus dalam rangka memperingati HUT KPR ke-39.

    “Langkah ini dilakukan sebagai inisiatif bisnis dan layanan perseroan kepada mitra dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah di Indonesia,” kata Maryono disela-sela prosesi penandatanganan akad kredit KPR kepada 6.600 debitur di Makassar, Rabu (25 November 2015).

    Menurutnya, saat ini permintaan rumah untuk kelas menengah bawah masih sangat tinggi, sehingga peluang bisnis di sektor perumahan masih sangat menjanjikan. Dengan dilakukannya kegiatan tersebut, imbuhnya, diharapkan pertumbuhan kredit di sektor pembiayaan perumahan bisa terus meningkat dan bisnis properti para pengembang juga turut mengalami pertumbuhan.

    “Gerakan ini dilakukan untuk membantu masyarakat kelas menengah bawah agar lebih mudah untuk memiliki rumah hanya dengan bunga sebesar 5%,” ujarnya.

    Kepala Kantor Cabang BTN Makassar Rifki Sangaji mengatakan dari total 6.600 debitur yang melakukan akad kredit. Sebanyak 366 debitur di antaranya berasal dari Sulawesi Selatan dengan rincian 312 debitur dari BTN Konvensional dan 54 debitur dari BTN Syariah.

    Dia menjelaskan, pada tahun ini BTN Makassar menargetkan bisa menyalurkan dana KPR sebesar Rp848 miliar dengan total debitur mencapai 8.000. Dari target tersebut, sambungnya, realisasi penyaluran KPR hingga Oktober 2015 tercatat sudah mencapai Rp600 miliar dan 6.000 debitur.

    “Kita berusaha pada dua bulan terakhir ini bisa meraih 2.000 debitur lagi. Kami optimistis bisa tercapai karena sudah melakukan koordinasi dengan para pengembang,” tuturnya.

    Sementara itu, Kepala DPR Real Estate Indonesia (REI) Sulsel Arief Mone mengapresiasi langkah yang dilakukan BTN dalam mendukung terealisasinya program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah dengan cara memberikan dukungan pembiayaan.

    “Saat ini ada sekitar 60 pengembang yang mengikuti program KPR yang diadakan BTN, diperkirakan pada tahun depan akan semakin banyak jumlah pengembang yang berpartisipasi,” kata Arief.

    Lebih lanjut, dia menuturkan dalam mewujudkan program sejuta rumah, dukungan pembiayaan dari perbankan memang sangat dibutuhkan pengembang. Khusus untuk Sulsel, pada tahun ini REI menargetkan pembangunan rumah hingga 10.000 unit.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.