Singkirkan Gobel, Rosan Pemilik Inter Milan Pimpin Kadin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rachmat Gobel bersalaman dengan Rosan Roeslani saat pembukaan Munas Kadin ke VII di Trans Hotel, Bandung, Jawa Barat, 23 November 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Rachmat Gobel bersalaman dengan Rosan Roeslani saat pembukaan Munas Kadin ke VII di Trans Hotel, Bandung, Jawa Barat, 23 November 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Rosan Perkasa Roeslani terpilih sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) periode 2015-2020 setelah mengalahkan Rachmat Gobel dalam Musyawarah Nasional Kadin yang digelar di Trans Luxury Hotel, Bandung, Selasa, 24 November 2015. Rosan menggantikan Suryo Bambang Sulisto setelah meraup 102 suara dalam voting yang berakhir menjelang tengah malam.

    Dalam pemungutan suara yang diikuti 129 peserta ini, Rachmat Gobel hanya memenangkan 27 suara. Sebanyak 100 suara berasal dari perwakilan Kadin provinsi dan 29 dari asosiasi pengusaha terdaftar. Pada awal penghitungan suara, poin kedua calon terus berkejaran.

    Namun di tengah penghitungan, Rachmat Gobel tertinggal cukup jauh dari Rosan. Suasana forum sempat tidak kondusif, sehingga Bambang Soesatio selaku pemimpin sidang beberapa kali menegur pendukung masing-masing kandidat.

    Rosan dikenal sebagai Chairman Grup Recapital, perusahaan investasi yang memiliki saham di berbagai sektor bisnis. Pria kelahiran Jakarta 31 Desember 1968 ini juga menjadi satu dari tiga pengusaha Indonesia yang mengakuisisi klub sepa kbola Italia, Internazionale Milan.

    Sedangkan Rachmat Gobel yang lahir di Jakarta pada 3 September 1962 adalah bos perusahaan elektronik Panasonic Gobel Group dan sempat menjabat sebagai Menteri Perdagangan kabinet Jokowi, sebelum digantikan oleh Thomas Lembong.

    Saat menyampaikan visi misinya, Rosan mengatakan akan mempererat hubungan dengan pemerintah dan asosiasi pengusaha lain untuk menciptakan iklim perekonomian yang lebih baik. Dia juga bertekad untuk mengangkat produk unggulan seperti sawit. "Kita selaku produsen sawit terbesar seharusnya mampu menentukan harga jual sendiri," ujarnya.

    Sedangkan Rachmat Gobel mengaku tidak membuat visi dan misi baru. "Saya hanya melanjutkan road map yang pernah saya buat," kata dia yang duduk sebagai wakil ketua di kepengurusan Kadin sebelumnya.

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.