Hidup Cerdas Menembus Batas  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Otomatisasi dalam berbagai aspek ini harus dimanfaatkan dengan cerdas untuk meningkatkan kualitas hidup.

    Otomatisasi dalam berbagai aspek ini harus dimanfaatkan dengan cerdas untuk meningkatkan kualitas hidup.

    INFO BISNIS - Artikel ini hasil kerja sama Tempo dengan Schneider Electric 

    Ketersediaan dan kelanjutan pasokan listrik mutlak dibutuhkan dalam pergerakan ekonomi suatu negara. Menyadari posisi tersebut, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla mencanangkan program pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 35.000 MW beserta infrastruktur ketenagalistrikan lain yang akan dilaksanakan pada 2015-2019. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional agar pergerakan ekonomi semakin maju.

    Di era revolusi digital, cara hidup manusia mulai berubah. Cara hidup konvensional tergantikan dengan otomatisasi yang ditopang oleh digitalisasi di berbagai aspek dalam kehidupan manusia. Otomatisasi dalam berbagai aspek ini harus dimanfaatkan dengan cerdas untuk meningkatkan kualitas hidup.

    Terkait dengan proyek 35.000 MW, agar menghasilkan output yang maksimal, proyek ini harus dijalankan dengan efektif dan efisien. Infrastruktur yang mendukung pun harus memanfaatkan aplikasi teknologi terkini untuk hasil yang lebih efektif.

    Listrik 35.000 MW dicanangkan untuk memenuhi dan menambah kapasitas listrik. Namun, bukan berarti dengan besarnya kapasitas lintrik nanti, kita bisa seenaknya menghamburkan daya yang ada. Kita harus memanfaatkan listrik dengan sebaik-baiknya. Salah satu contoh pemanfaatan listrik yang cerdas ditunjukkan pada aplikasi sistemSmart Building.

    Smart Building adalah cara cerdas dalam pengelolaan bangunan yang lebih efisien. Ini dikelola dengan langkah menerobos batas-batas konvensional manajemen energi. Dengan memanfaatkan digitalisasi dan otomatisasi lewat komputerisasi, konsumsi energi seperti listrik bisa lebih rendah. Sehingga, dapat menekan human error dan peningkatan pada kenyamanan, serta keamanan.

    Penerapan Smart Building bisa untuk motel, gedung perkantoran, mal, rumah sakit, hingga bandara. Terintegrasinya perangkat fisik maupun digital menghasilkan layanan yang optimal, keamanan dan kenyaman, hemat biaya, serta stabil dalam jangka panjang.

    Dalam pengoperasian berbagai bangunan pintar ini, Smart Panels memegang peranan penting. Saat ini, berbagai layanan otomatisasi tersebar dan muncul di berbagai belahan dunia. Namun, sekali lagi kita harus selektif terhadap layanan tersebut supaya tidak salah pilih. Sehingga penerapannya berjalanan maksimal.

    Salah satu Smart Panels yang memiliki fitur komplit diproduksi Schneider Electric. Panel pintar yang diproduksi menawarkan fitur measurement yang dapat memberikan informasi jumlah pemakaian energi dan biaya yang dikenakan atas pemakaian energi tersebut. Smart Panels dengan teknologi switchboard tegangan rendah ini dapat mengukur, mengontrol, dan mengkomunikasikan pemakaian energi. Lewat berbagai inovasi menarik tersebut, Schneider Electric mengusung semangat Life is On untuk memastikan penggunaan energi yang efektif dan efisien.

    Sebagai fasilitas pengawasan atas penggunaan energi, jaringan dan juga seluruh aset yang terlibat dalam jaringan Smart Panels menginstal Network Explorer pada komputer atau tab. Panel ini menggunakan Ethernet daninterface Modfus pada sistem komunikasi yang dinamakan Enerlin’X. Pengoperasian mesin lewat jaringan Internet yang dioperasikan perangkat bergerak dikenal sebagai konsep Internet of Things (IoT). Cari tahu apa itu IoT dengan masuk ke sini.

    Adapun Smart Panels juga mampu memonitor dan mengontrol energi secara real time secara online. Fitur ini sebagai bentuk solusi software as a service atau SaaS berbasis cloud. Kita bisa mengakses secara rinci di mana saja dan kapan saja mengambil langkah-langkah penyesuaian dalam efektivitas penggunaan energi di masa mendatang.

    Pastikan Anda menggali lebih jauh mengenai Life is On dari Schneider Electric lewat video berikut -


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.