Produksi Lokal Hampir Habis, Harga Beras Bakal Terus Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi beras. ANTARA/Basri Marzuki

    Ilustrasi beras. ANTARA/Basri Marzuki

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pedagang di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memperkirakan harga berbagai macam jenis beras akan terus naik, disebabkan panen tanaman padi kemarau produksi lokal, juga Tuban, sudah hampir habis.

    "Kenaikan harga beras bisa mencapai Rp 500 per kilogram selama tanaman padi musim hujan belum panen," kata seorang pedagang beras di Pasar Banjarjo, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Nanang, Sabtu, 21 November 2015.

    Ia menyebutkan panen tanaman padi musim hujan baik lokal maupun di Tuban, bahkan juga di daerah lainnya di Jawa Timur, baru akan berlangsung berkisar tiga-empat bulan lagi.

    "Harga beras kualitas premium, juga beras jatah warga miskin sudah mulai naik, sejak sepekan terakhir. Kenaikannya sekitar Rp 200 per kilogram," ucap Nanang, yang dibenarkan Waris, pedagang beras lain di pasar setempat.

    Nanang juga mengaku mulai menghentikan memasok beras kualitas premium ke Bulog Subdivre III Bojonegoro, dengan alasan harga beras kualitas premium di lapangan mencapai Rp 9.000 per kilogram.

    "Ya, saya berhenti memasok beras ke Bulog, sebab harga pembelian beras kualitas premium Rp 8.200 per kilogram," ucapnya.

    Di pasar setempat, juga di Pasar Kota, harga beras kualitas premium yang semula sekitar Rp 8.800 per kilogram, naik menjadi Rp 9.000 per kilogram. Harga beras jatah warga miskin, yang semula Rp 7.000 per kilogram, naik menjadi Rp 7.200 per kilogram.

    "Tapi harga beras kualitas super produksi Tuban, juga Bojonegoro, masih tetap stabil belum naik, dengan harga mulai Rp 9.500-10.500 per kilogram," kata Waris.

    Waris mengaku sudah mulai kesulitan memperoleh beras panenan baru, karena stok beras di penggilingan padi di daerah setempat, juga Tuban, sudah menipis.

    Ia biasanya bisa memperoleh beras rata-rata dari pedagang di pedesaan sekitar delapan ton per hari, tapi sekarang rata-rata hanya mampu memperoleh berkisar dua-tiga ton per hari.

    Seorang pedagang beras lain, Sakip, menambahkan, harga jagung juga mengalami kenaikan yang cukup tajam, sejak sepekan terakhir. "Kenaikan harga jagung juga karena panen di kawasan hutan di Tuban dan Bojonegoro mulai menipis," ujarnya.

    Harga jagung putih yang biasanya Rp 4.200 per kilogram naik menjadi Rp 4.800 per kilogram dan jagung kuning yang biasanya Rp 4.000 per kilogram, juga naik menjadi Rp 4.400 per kilogram.

    "Permintaan jagung dari luar kota terus meningkat, sehingga saya kesulitan melayani, karena stok jagung semakin menipis," ucapnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.