Implementasi Program B15, Pertamina Ekspor Solar 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). TEMPO/Prima Mulia

    Ilustrasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) berencana mengekspor solarnya tahun depan setelah diterapkannya mandatori pencampuran bahan bakar nabati (BBN) ke dalam solar dengan kadar 15 persen tahun ini. Terlebih, tahun depan pemerintah akan menambah kadar BBN menjadi 20 persen ke dalam solar.

    Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, pengimplementasian program mandatori B15 tahun ini berdampak pada turunnya impor solar. Menurutnya, impor solar turun menjadi 600.000 barel per bulan pada tahun ini, dari angka 4 juta barel per bulan pada tahun lalu.

    Menurut dia, dengan kadar pencampuran 15%, Pertamina sudah tidak perlu mengimpor solar pada tahun depan. “Tapi kalu pemerintah menaikkan (kadar BBN), berarti ada kelebihan solar dan Pertamina harus ekspor,”  tutur Bambang di kantornya, Jumat (20 November 2015).

    Selain pengimplementasian mandatori biodiesel, kelebihan solar juga terjadi setelah dioperasikannya unit residual fluid catalytic cracking (RFCC) Kilang Cilacap, Jawa Tengah. Namun demikian, dia masih menunggu instruksi pemerintah untuk mekanisme ekspor tersebut. “Kami akan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi,” tambahnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.