Harga Emas Berjangka Naik karena Dolar Melemah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah menata emas batangan yang telah selesai dicetak seberat 1 kg di lokasi pembuatan emas Antam, Jakarta, 15 Juni 2015. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja tengah menata emas batangan yang telah selesai dicetak seberat 1 kg di lokasi pembuatan emas Antam, Jakarta, 15 Juni 2015. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Kamis (Jumat, 22 November 2015 pagi WIB), karena dolar Amerika Serikat melemah. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik US$ 9,2 atau 0,86 persen, menjadi menetap di US$ 1.077,90 per ounce.

    Emas mendapat dukungan ketika dolar AS turun terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis setelah mencapai tingkat tinggi selama tujuh bulan di dua sesi sebelumnya.

    Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Ini berarti jika dolar melemah, emas berjangka akan naik karena emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi investor.

    Federal Reserve AS merilis risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) sebelumnya pada Oktober, yang menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat Fed percaya kenaikan suku bunga Desember kemungkinan tepat.

    Alat Fedwatch CMEGroup menunjukkan probabilitas tersirat kenaikan suku bunga Desember naik dari 68 persen menjadi 72 persen, mencegah logam mulia mengalami kenaikan lebih lanjut.

    Alasan lain untuk kenaikan emas pada Kamis adalah karena para pedagang melakukan penyesuaian posisi jangka pendek mereka, serta melakukan perlindungan nilai dari spekulasi kenaikan suku bunga Desember.

    Ekspektasi awalnya ialah menunda kenaikan suku bunga hingga 2016, tapi pertemuan FOMC pada akhir Oktober mengirimkan sinyal yang kuat untuk kenaikan suku bunga pada Desember.

    Peningkatan suku bunga Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

    Belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika.

    Laporan klaim pengangguran mingguan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim jatuh sebesar 5.000 menjadi 271.000 sejalan dengan perkiraan pasar.

    Para analis mencatat bahwa laporan itu sendiri netral terhadap emas, tetapi jika dikombinasikan dengan laporan ketenagakerjaan positif yang berkelanjutan, itu akan meningkatkan kemungkinan Federal Reserve AS menaikkan suku bunganya pada Desember.

    Perak untuk pengiriman Desember naik 14,1 sen, atau 1,00 persen, menjadi ditutup pada US$ 14,222 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik US$ 10,1 atau 1,19 persen, menjadi ditutup pada US$ 858,10 per ounce, demikian Xinhua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.