Pengeboman Kapal Asing, Menteri Susi: Itu Undang-Undang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan tindakan kementeriannya menenggelamkan kapal-kapal asing yang mencuri ikan bukan peraturan baru yang dibuat, melainkan didasari undang-undang.

    Susi berujar, jika memang tidak ingin ada penenggelaman kapal lagi, undang-undang harus diganti. "Suruh berhenti menenggelamkan kapal, ya ganti dulu undang-undangnya. Itu bukan Susi, bukan Jokowi, tapi undang-undangnya," katanya di Jakarta, Kamis, 19 November 2015.

    Menurut Susi, moratorium yang dikeluarkannya selama ini hanya memaksa mereka berhenti. Sebab, selama ini kapal-kapal asing tersebut merasa boleh. "Kesalahannya di pembiaran selama bertahun-tahun. Selama ini undang-undang yang dibikin itu diabaikan."

    Susi menambahkan, bangsa Indonesia terlalu baik sehingga semua sumber daya diambil asing. Padahal Presiden Joko Widodo berpesan agar menggunakan sumber daya alam dengan hati-hati. "Semuanya diambil. Kita mau hidup darimana?"

    Susi mengatakan saat ini Kementerian sudah menenggelamkan 107 kapal asing per pekan lalu. Sementara itu, pertumbuhan angka perikanan mencapai 8,4 persen.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.