Menteri Susi Imbau Kadin untuk Apresiasi Hasil Tangkap Nelayan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melihat proses pembakaran ikan saat sosialisasi program Jaring  (Jangkauan Sinergi dan Guideline) di Tempat Pelelangan Ikan Pondok Dadap Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kec. Sumber Manjing, Malang, Jawa Timur, 13 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melihat proses pembakaran ikan saat sosialisasi program Jaring (Jangkauan Sinergi dan Guideline) di Tempat Pelelangan Ikan Pondok Dadap Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kec. Sumber Manjing, Malang, Jawa Timur, 13 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengapresiasi hasil pekerjaan nelayan dengan membeli hasil tangkap nelayan. Hal ini dikatakan Susi untuk menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto, yang menginginkan perikanan tangkap terbuka untuk asing.

    Menurut Susi, perikanan tangkap Indonesia sudah luar biasa. Ia berencana merevitalisasi penangkapannya. "Kita tidak perlu lagi kapal-kapal asing untuk tangkap di Indonesia, apalagi nelayan asing," katanya di Jakarta, Kamis, 19 November 2015.

    Menurut Susi, andaikan penangkapan ikan ilegal sudah berhenti, hasil tangkap nelayan Indonesia pasti bagus karena semua ikan ke pinggir. Ia pun mengatakan, izin-izin yang membolehkan tangkap ikan hanya dilakukan oleh negara yang terbelakang. "Kalau negara mampu, tidak ada. Tidak boleh!"

    Susi juga mengatakan siap menggelontorkan Rp 4 triliun untuk mengembangkan perikanan tangkap. Untuk berbisnis yang baik, seluruh pengusaha harus membantu nelayan untuk tangkap ikan. "Jadi sudahlah, tidak usah diwakil-wakilkan lagi."

    Ia meminta seluruh pengusaha Kadin dan Hipmi menjadi pelaku-pelaku usaha yang mencari investasi, membangun pasar, serta membantu dan membina para nelayan. "Jangan alasan processing tidak cukup lalu boleh membawa kapal dari luar negeri lagi. Ceritanya nanti sama lagi dengan illegal fishing."

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.