Ada Layanan Helikopter Uber, Ini Tanggapan Netizen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • UberChopper, layanan transportasi menggunakan helikopter lewat aplikasi Uber. newsroom.uber.com

    UberChopper, layanan transportasi menggunakan helikopter lewat aplikasi Uber. newsroom.uber.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar mengenai layanan helikopter dari Uber yang akan diluncurkan pada Jumat, 20 November 2015, di Grand Indonesia, Jakarta, juga menyebar di media sosial. Tanggapan beragam muncul dari netizen. Ada yang pro, ada juga yang kontra.

    “Mau jalan-jalan di jakarta, macet, naik helikopter sekarang bisa,” celoteh akun Twitter @aribowobob.

    Hal senada juga dilontarkan netizen lain yang mengatakan bahwa layanan ini merupakan solusi kemacetan Jakarta. Suhandy Wijaya dalam akun @‏Bung_Handy menuliskan, “#UberChopper gokil! Bisa bebas macet nih, denger2 masih gratis! Cobain aaah...”, sedangkan akun @edwindianto milik Edwin Dianto juga menuliskan hal serupa. “Solusi anti-macet.. RT @MarissaAnita: Seriously? UberChopper? Wow.”

    Komentar berbeda datang dari Daniel Giovanni. Pemilik akun Twitter @qronoz itu berkata, “Lalu semua orang besok ke GI. Yang gak dapet #UberCHOPPER sampe abis batas waktu musti pulang lagi. Naik Uber. Surge price. PINTER INI UBER!”

    Di postingan berikutnya Daniel melanjutkan, “Info #UberCHOPPER ini kurang. Gak dikasih tau kapasitas helikopternya sekali angkut berapa. Padahal kan bisa tandeman biar gak rebutan.” Akun lain, @hanindyo, menuliskan “Eini Uber aware gak sih kalau Grand Indonesia rumornya pakai jammer sinyal yang nyala mati untuk menghalau orang pakai gojek? :))”

    Berdasarkan informasi dari laman Uber, layanan taksi helikopter ini akan diluncurkan pada Jumat, 20 November 2015, di Grand Indonesia, Jakarta. Laman Uber tersebut menyebutkan, layanan #UberCHOPPER akan berlangsung dari pukul 09.30-12.00 WIB. Pemesanan hanya dapat dilakukan di area Grand Indonesia dengan satu permintaan hanya berlaku untuk satu orang saja.

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.