Dukung Ekspor Pangan, Jokowi: Hidupkan Pupuk Iskandar Muda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri kanan) Direktur Pupuk Iskandar Muda Usman Mahmud, Dirut Pupuk Kujang Tosin Sutawikara, Dirut Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman, Menteri BUMN Dahlan Iskan, PT Pupuk Indonesia Holding Company Arifin Tasrif, Dirut Pupuk Sriwidjaja Palembang Eko Sunarko, dan Dirut Pupuk Kaltim Aas Asiki Idat dalam peresmian nama dan logo baru induk lima BUMN Pupuk di Plaza Pupuk Kaltim, Jakarta, Rabu (18/4). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    (kiri kanan) Direktur Pupuk Iskandar Muda Usman Mahmud, Dirut Pupuk Kujang Tosin Sutawikara, Dirut Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman, Menteri BUMN Dahlan Iskan, PT Pupuk Indonesia Holding Company Arifin Tasrif, Dirut Pupuk Sriwidjaja Palembang Eko Sunarko, dan Dirut Pupuk Kaltim Aas Asiki Idat dalam peresmian nama dan logo baru induk lima BUMN Pupuk di Plaza Pupuk Kaltim, Jakarta, Rabu (18/4). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta PT Pupuk Iskandar Muda yang berada di Aceh dihidupkan kembali.

    "Tolong di sana (Pupuk Iskandar Muda) dihitung kembali dan dapat ekspansi," kata Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pabrik 5 PT Pupuk Kalimantan Timur dan Pabrik Asam Fosfat II - PT Petrokimia Gresik di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (19 November 2015).

    Presiden mengungkapkan masalah PT Pupuk Iskandar Muda berada di pasokan gas bisa diganti dengan batubara sehingga bisa kembali beroperasi secara normal, dan berharap pabrik pupuk ini mendukung swasembada serta ekspor pangan.

    "Strategi negara ke depan selain memenuhi pangan sendiri, dalam 3-4 tahun harus bisa mengekspor, tapi harus didukung oleh industri pupuk," kata Presiden .

    Menurut Presiden, pabrik pupuk berperan sangat penting dalam mencapai swasembada pangan sehingga dia menyambut baik kehadiran Pabrik 5 Pupuk Kaltim dengan kapasitas 825 ribu ton amoniak dan 1,155 juta ton urea.

    Presiden menjelaskan kebutuhan pupuk urea dan pupuk fosfat tahun lalu 6,7 juta ton dan 400 ribu ton.

    "Ke depannya, kebutuhan pupuk akan terus meningkat sejalan dengan program perluasan atau ekstensifikasi lahan pangan," ucap Presiden.

    Perluasan lahan pertanian dapat memenuhi kebutuhan pangan di berbagai daerah Indonesia, teruatama bagian tengah dan timur.

    Untuk itu BUMN sektor pupuk harus terus berinvestasi dengan kalau perlu kerjasama perusahaan lain, baik dari dalam maupun luar negeri.

    "Saya berikan keleluasaan untuk bisa kerjasama tapi harus ada hitungannya, ada kalkulasinya," kata Jokowi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?