Trans Papua Akan Turunkan Harga Barang hingga Dua Pertiga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grasberg Mine milik PT. Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Timika, Papua, 15 Februari 2015. Executive Vice President dan General Manager Operational Freeport, Nurhadi Sabirin mengatakan terdapat peluang tambang tersebut menjadi tempat wisata setelah wilayah itu habis masa eksplorasinya. ANTARA/M Agung Rajasa

    Grasberg Mine milik PT. Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Timika, Papua, 15 Februari 2015. Executive Vice President dan General Manager Operational Freeport, Nurhadi Sabirin mengatakan terdapat peluang tambang tersebut menjadi tempat wisata setelah wilayah itu habis masa eksplorasinya. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun akses jalan Ilaga ke Grasberg tahun depan. Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Taufik Widjoyono mengatakan tujuan pembangunan jalan ini adalah menurunkan harga barang yang mahal di daerah Ilaga.

    Alasannya, selama ini jalur logistik untuk ke wilayah Ilaga hanya melalui jalur udara. Dengan adanya jalan Ilaga-Grasberg-Timika, biaya logistik akan menjadi murah. "(Harga-harga barang) bisa turun hingga sepertiganya," katanya kepada Tempo, Kamis, 19 November 2015.

    Barang-barang tersebut yang terkenal mahal adalah semen dan air minum kemasan. Untuk harga semen ukuran satu sak dapat mencapai hampir Rp 2 juta. Bukan hanya itu, harga air minum dalam kemasan ukuran sedang bahkan mencapai Rp 50 ribu per botol. Mahalnya harga barang ini lantaran satu-satunya jalur logistik adalah melalui udara.

    Rencananya, akses jalan logistik menuju Ilaga dimulai dari Timika ke Grasberg. Jalur yang merupakan area PT Freeport Indonesia ini merupakan wilayah tertutup karena milik swasta (Freeport). Menurut Kepala Pusat Pemograman dan Evaluasi Keterpaduan Infrastruktur Harris Hasudungan Batubara, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono sudah berbicara dengan Freeport untuk menggunakan jalan tersebut.

    "Secara prinsip, izin dari Freeport sudah oke, makanya kami sedan bangun jalan (dari Ilaga) ke situ (Grasberg)," katanya. Namun akses jalan dari Timika ke Grasberg sepanjang 100 kilometer ini nantinya menjadi jalur khusus dan eksklusif karena hanya untuk kendaraan logistik.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.