Darmin Nasution Tegaskan UKM Bantu Atasi Ekonomi Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjawab pertanyaan wartawan saat Sosialisasi Paket Kebijakan Ekonomi di Kantor  Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, 15 Oktober 2015. TEMPO/Subekti.

    Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjawab pertanyaan wartawan saat Sosialisasi Paket Kebijakan Ekonomi di Kantor Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, 15 Oktober 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perekonomian Darmin Nasution menekankan pentingnya pengembangan sektor industri usaha kecil dan menengah untuk membantu mengatasi lemahnya perekonomian Indonesia saat ini.

    "Kita terlena dengan sumber daya alam yang melimpah. Terpaku mengembangkan sektor pertambangan seperti batubara, juga sektor perkebunan seperti sawit. Tetapi ketika sektor pertambangan jatuh, ekonomi kita pun terpuruk," katanya dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Rabu, 17 November 2015.

    Darmin saat menjadi pembicara kunci pada wisuda ke-43 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI Indonesia) yang diikuti oleh 973 wisudawan dari program magister dan strata satu lebih lanjut mengatakan sejumlah negara berhasil menjadi negara maju dengan kesejahteraan ekonomi yang baik bagi penduduknya karena tumbuhnya sektor industri.

    Ia mencontohkan Singapura dimana negara yang tidak memiliki SDA tersebut nyatanya memiliki pertumbuhan ekonomi yang bagus.

    Sementara saat ini, sektor usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia masih memiliki pasar yang sangat terbatas. Sangat jarang UKM yang memiliki pasar hingga tingkat nasional apalagi internasional.

    "Pasar UKM masih sebatas kabupaten dimana UKM itu berada. Dan dengan kondisi seperti itu jelas UKM tidak akan bisa berkembang pesat," kata dia.

    Karena itu Darmin mengingatkan agar kalangan perguruan tinggi segera menyiapkan para lulusannya sebaik mungkin. Mutu dan kualitas pengajaran disamping kurikulum, tentu menjadi kunci bagaimana agar lulusan memiliki kompetensi yang memadai dan mampu memasuki dunia kerja.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.