Sentul Tuan Rumah MotoGP, Ini Alasan Hanya Sanggup 3 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pembalap melaju saat perlombaan kelas 250 cc Yamaha Sunday Race di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, 15 November 2015. Renca digelarnya ajang MotoGP 2017 di Sentul disambut gembira oleh manajemen Sentul yang akan bergerak cepat untuk merenovasi sirkut Sentul dengan standar Internasional. ANTARA FOTO

    Sejumlah pembalap melaju saat perlombaan kelas 250 cc Yamaha Sunday Race di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, 15 November 2015. Renca digelarnya ajang MotoGP 2017 di Sentul disambut gembira oleh manajemen Sentul yang akan bergerak cepat untuk merenovasi sirkut Sentul dengan standar Internasional. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan Indonesia akan menjadi tuan rumah MotoGP pada tahun 2017. Menurut dia, pada pertemuan terakhir dengan pihak promotor MotoGP, Indonesia ditunjuk menjadi penyelenggara even MotoGP sejak 2017 hingga 2019.

    "Dia minta lima tahun saya hanya berikan sampai 2019 karena saya enggak berani melewati masa tugas pemerintah ini," kata Arief  di di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu, 18 November 2015.

    Arief mengaku tak berani menjajikan masa waktu melewati masa pemerintahan Jokowi menjabat. Alasannya, masa akhir pemerintahan saat ini selesai pada tahun 2019. Namun pihak MotoGP dapat menerima penjelasan pemerintah. "Kalau setelah itu kan enggak enak dengan pemerintah berikutnya siapa pun itu."

    Rencananya, kejuaraan balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP 2017 ini akan digelar di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat.

    Arief menuturukan pemilik proyek ini (owner) yang mewakili pemerintah adalah Kementeria Pemuda dan Olah Raga. Kementeria Pemuda dan Olah Raga nantinya akan menunjuk event organizer yang bekerja sama dengan MotoGP.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.